Layanan Gojek Online dan Uber jadi bulan-bulanan Amukan massa
Pekanbaru, RanahRiau.com- Ratusan supir taksi konvensional melakukan melakukan aksi sweeping taksi online disekitaran Jalan Soedirman Pekanbaru tepatnyadi depan kantor Bank Indonesia. Aksi tersebut sempat melakukan penyandraan terhadap enam unit angkutan online dan sopirnya.
Hal itu bukan tanpa alasan, tapi karena keberadaan angkutan berbasis online seperti Uber dan Gojek di Pekanbaru membuat pendapatan sopir taksi konvensional menurun dranstis. Bahkan untuk mencapai setoran harian senilai Rp 120 ribu sangat sulit.
"Kami berharap seluruh angkutan berbasis online, dimatikan aplikasi oleh pemerintah," ungkap supir taxi.
Bentuk kekesalan ratusan sopir taksi konnvensional terlihat panjangnya kemacetan yang di Jalan Soedirman Pekanbaru. Bahkan salah satu sopir Taxi online sempat jadi bulan-bulanan.
"Kajanyo, hajar kapalonyo. Lah ndak punyo izin sok-sok berkuasa lo di Pekanbaru," ungkap massa yang mayoritas supir Taxi Konvensional.
Bukan hanya itu saja, dua kendaraan ojek online (Gojek) sempat menjadi tempat peluapan emosi mereka (supir taxi konvensional). Berdasarkan pantauan riauterkini.com kedua pengemudi ojek online tersebut diambil helmnya dan jaketnya.
"Ini... ini, Gojek hajar juga, ambil helmnya dan buka jaketnya," teriak sopir Taxi tersebut.
Bahkan, penumpang Gojek juga menjadi sasaran kemarahan mereka. Salah satunya Dila penumpang Gojek mengaku helmnya dibuka paksa dan kepalanya dipukul.
"Saya, tidak tahu. Tiba-tiba saja ada banyak orang yang menghampiri kami dan memaksa saya untuk turun dari kendaraan dan melepas helm saya. Padahal kami tidak ada salah," pungkasnya.
Dila juga sangat menyayangkan aksi yang dilakukan para supir taksi konvensional. Karena mereka takut bersaing dengan angkutan online yang lebih mudah diakses dan lebih murah.
"Jangan gini dong, kalau mau usaha berikan layanan terbaik untuk pelanggan," singkatnya.
(RiauTerkini.com)


Komentar Via Facebook :