Mulyadi Anwar, Pembenahan Jalan harus melibatkan Pemko dan Pemprov
Pekanbaru, RanahRiau.com- Anggota DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi Anwar menyatakan pemerintah kota setempat beserta Provinsi Riau harus bersinergi untuk sama-sama membenahi kondisi jalan berlubang saat ini di daerah itu guna memberikan kelancaran dan keamanan pengguna kendaraan.
"Jangan saling ada pembiaran karena bukan di bawah kewenangannya. Namun mari laporkan koordinasikan apa upaya agar ada perbaikan jalan berlubang," kata Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Mulyadi Anwar di Pekanbaru, Selasa.
Mulyadi mengamati saat ini banyak kondisi jalanan di Kota Pekanbaru yang rusak dan berlubang. Namun karena bukan kewenangan penganggaran salah satu dari keduanya seolah ada pembiaran.
"Walau itu jalan nasional, kalau rusak harus dibetulkan. Karena masyarakat tahunya itu jalan Kota Pekanbaru, atau Riau," tegasnya.
Untuk itu perlu ada koordinasi ke pusat dan sinergi Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemprov Riau untuk memberi perhatian lebih dalam menangani kondisi jalan berlubang yang hampir merata terlihat di setiap wilayah.
"Saya beranggapan infrastruktur jalan sangat urgen dan perlu diperhatikan untuk dapat direncanakan realisasi perbaikan ataupun pembangunannya tiap tahun," tuturnya.
Karena Pekanbaru ini sebagai ibukota dan merupakan wajah dari Provinsi Riau, kalau jalanannya saja seperti ini, bagaimana orang memandang rapi dan indahnya wilayah itu.
Selain itu kata politisi PKS ini jalan yang jadi lalulintas aktifitas masyarakat salah satu faktor penentu keselamatan dalam berkendara.
Jalanan rusak dan berlubang kerap menjadi "ranjau" yang mengintai nyawa terlebih di musim hujan.
"Banyak lubang di jalanan kerap tersamar dengan genangan air, khususnya setelah hujan. Saat itu pengendara tidak dapat mengetahui seberapa dalam lubang tersebut, dan ini akan menimbulkan musibah bagi si pengendara," ujarnya.
Mulyadi juga menyebutkan persoalan jalan rusak ataupun sebagainya setiap tahun sebenarnya sudah dibahas di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tapi tidak ada realisasi, kalaupun ada cuma tambal sulam yang dikerjakan seadanya.
"Tidak butuh waktu lama jalanan tersebut akan kembali rusak bahkan lebih parah," tegasnya.
Makanya sebut dia lagi perlu ada komunikasi yang baik antara dua pemerintahan itu.
"Karena selama ini yang kita dengar adanya lempar tanggung jawab dalam perbaikan jalan. Kalau ini terus dibiarkan akan menjadi bumerang bagi pemerintah setempat," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru memperbaiki jalan - jalan yang rusak dan berlubang. Salah satunya dengan melakukan tambal sulam.
"Program kita pada bulan ini memperbaiki jalan yang rusak dengan tambal sulam. Pengerjaan ini dilakukan sampai akhir tahun di seluruh Kota Pekanbaru, " kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru (PUPR) Kota Pekanbaru Zulkifli Harun di Pekanbaru, Ahad (28/1/17).
Diterangkan Zulkifli, sementara untuk jalan yang dilakukan pengerjaan tambal sulam itu dilihat kerusakannya.
Menurut Zulkifli dalam perbaikan pengerjaan tambal sulam ini menelan anggaran sebesar Rp1, 5 miliar.
"Dengan adanya perbaikan jalan yang rusak di Kota Pekanbaru ini masyarakat menjadi nyaman saat berkendaaran. Tapi,yang paling penting menghindari kecelakaan lalu lintas," tambah Zulkifli.
(AntaraRiau.com)


Komentar Via Facebook :