Aksi Mahasiswa tuntut Pengusutan Kasus Pemukulan terhadap Korlap FPMPRAK

Aksi Mahasiswa tuntut Pengusutan Kasus Pemukulan terhadap Korlap FPMPRAK

Pekanbaru, RanahRiau.com- Kasus pemukulan Korlap FPMPRAK saat demo dugaan korupsi APBD yang dilakukan oleh keluarga Gubri masih berlanjut. Puluhan mahasiswa kembali turun jalan mendesak perkara tersebut dituntaskan. Puluhan massa yang mengatas namakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan gelar aksi turun ke jalan meminta kepada penegak hukum agar menangkap pelaku pemukulan yang dialami Brury Marihot Pesolima Nanggolan. Dengan lantang, pendemo juga menyatakan mereka tak takut dengan ancaman-ancaman yang dilakukan pihak tertentu atas suara yang mereka lakukan.

Brury mengalami pemukulan saat memimpin aksi massa FPMPRAK pekan lalu, yang menuntut kepada penegak hukum agar Anto Rahman yang merupakan abang dari Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang diduga telah menguasai proyek yang ada di lingkungan Pemprov Riau.

"Kami minta pemukulan ini diusut tuntas. Kami juga menegaskan bahwa kami tak takut dengan ancaman yang dilakukan," kata Koordinator lapangan aksi, Dodi Sugiarto, Rabu (3/5/17).

Menurut Dodi, aksi yang digelar saat ini mau pun aksi saat dipimpin Brury Marihot adalah kemerdekaan menyampaikan pendapat. Hal itu merupakan hal setiap warga negara asal bertanggung jawab. ‎

Karena itu, Dodi juga menegaskan orasi-orasi yang disampaikan saat menyinggung nama Anto Rachman dan keluarga termasuk dua nama Wili Lesmana dan Raja Beni sebagai Kasubag Unit Lelang Proyek (ULP) yang diduga ikut bermain dalam proyek tersebut bukan fitnah belaka.

Ada pun terkait aksi yang dilakukan massa yang mengatas namakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan diawali di Jalan Cut Nyak Dien, tepatnya samping Perpustakaan Soeman Hs menyatakan tiga tuntutan yang dialamatkan kepada penengak hukum.

Pertama, mengutuk keras kejadian pemukulan terhadap Brury Marihot Pesulima, karena dianggap telah melanggar UU No 28 E tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum. Kedua, meminta kepada penegak hukum dan mengusut tuntas pemukul terhadap Brury sesuai dengan LP/357/IV/SPKTII Polresta pada 27 April.

Ketiga, mendesak dengan pihak kepolisian harus bertanggung jawab dalam kejadian pemukulan tersebut. Keempat, menolak dengan tegas upaya pelemahan gerakan mahasiswa.

(RiauTerkini.com)

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :