Semangkuk Bakso di Tengah Muktamar NU: Pesan Haedar Nashir soal Persaudaraan NU-Muhammadiyah
Foto: Ist
Haedar Nashir Cicipi Bakso Gratis di Posko Muhammadiyah Saat Muktamar NU, Pesannya Bikin Adem
JOMBANG, RANAHRIAU.COM- Ada pemandangan menarik di tengah kemeriahan Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyempatkan diri mengunjungi Posko Muhammadiyah yang didirikan keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Jombang.
Bukan sekadar kunjungan seremonial. Haedar bahkan ikut mencicipi hidangan bakso daging sapi yang disiapkan gratis untuk para muktamirin maupun masyarakat umum.
Sesaat setelah mencicipi bakso tersebut, Haedar memberikan komentarnya. Menurutnya, bakso yang disajikan memiliki rasa gurih dan segar, dengan cita rasa daging yang cukup dominan.
Kuah hangatnya pun disebut mampu membuat mata kembali melek.“Rasanya sangat layak untuk dinikmati, saya merasa cocok dengan rasanya. Perlu ditambah bakmi,” kata Haedar.
Ucapan tersebut sontak membuat suasana kunjungan menjadi lebih santai. Di tengah padatnya agenda Muktamar NU, semangkuk bakso justru menjadi ruang kecil untuk mempererat silaturahmi.
10 Ribu Porsi Bakso Gratis Disiapkan
Posko Muhammadiyah Jombang memang sengaja hadir untuk memberikan pelayanan selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Panitia menyiapkan sedikitnya 10.000 porsi bakso dan mie telur rebus secara gratis bagi siapa saja yang berkunjung ke posko tersebut.
Lokasinya pun cukup strategis. Posko Muhammadiyah hanya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pembukaan Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas.
Tidak hanya menyediakan makanan, Muhammadiyah Jombang juga menghadirkan layanan kesehatan bagi para jemaah Nahdliyin yang menghadiri Muktamar NU.
Bagi Muhammadiyah, kehadiran posko tersebut bukan sekadar menyediakan konsumsi dan layanan kesehatan. Ada pesan persaudaraan yang ingin disampaikan.
Muhammadiyah Layani Muktamar NU: "Inilah Muhammadiyah"
Haedar mengatakan, pelayanan yang diberikan keluarga besar Muhammadiyah Jombang merupakan bagian dari upaya merajut silaturahmi sekaligus mendukung suksesnya pelaksanaan Muktamar NU. “Dengan pelayanan ini kita merajut silaturahmi, sekaligus mendukung kesuksesan pelaksanaan Muktamar dari saudara-saudara kita NU,” ujarnya.
Haedar pun menyampaikan ucapan selamat dan dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026.
“Sukses selalu, semangat selalu, dan inilah Muhammadiyah, selalu melayani dan berukhuwah dengan siapa saja,” katanya.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa relasi Muhammadiyah dan NU tidak harus selalu dibicarakan dalam bahasa formal organisasi. Semangkuk bakso, pelayanan kesehatan, dan silaturahmi juga bisa menjadi bahasa persaudaraan.
Haedar Berharap Muktamar NU Hasilkan Keputusan untuk Umat dan Bangsa
Terkait agenda Muktamar ke-35 NU, Haedar berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan luas.
Menurutnya, hasil Muktamar tidak hanya penting bagi NU, tetapi juga bagi umat Islam, bangsa Indonesia, bahkan masyarakat global.
Haedar menilai NU memiliki pengalaman panjang dalam merawat ukhuwah. Karena itu, ia berharap Muktamar ke-35 NU dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan yang melampaui sekat-sekat organisasi. “Saya yakin dengan kita menciptakan ukhuwah yang autentik, kita akan lebih kuat sebagai bangsa,” kata Haedar.
Ia kemudian mengajak NU, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengambil peran dalam memajukan Indonesia. “Mari bareng-bareng NU, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa menjadi pilar yang memajukan Indonesia,” imbuhnya.
Dari Jombang, pesan itu terasa sederhana namun kuat: Muktamar NU menjadi milik NU, tetapi persaudaraan menjadi milik seluruh bangsa.
Dan kali ini, persaudaraan itu hadir dalam bentuk yang sangat sederhana: semangkuk bakso gratis, secangkir silaturahmi, dan tangan yang terbuka untuk melayani.


Komentar Via Facebook :