Belum Kelar Urusan Tuak di Pacu Jalur, Polda STG Kini Terseret Kasus Baru

Belum Kelar Urusan Tuak di Pacu Jalur, Polda STG Kini Terseret Kasus Baru

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Polemik TikToker @poldasitanggang4 alias Polda STG di Festival Pacu Jalur Kuansing belum juga usai, dan Justru semakin memanas setelah viral dan menuai hujatan se-Riau.

Masyarakat Kuansing menilai bahwa aksi pamer minuman yang diduga tuak di atas Jalur oleh Polda STG telah menginjak-injak marwah Pacu Jalur sebagai tradisi sakral. Buntut dari persoalan tersebut, kini Polda STG kembali terseret masalah yang lebih serius.

Meski sebelumnya sudah menyampaikan permintaan maaf, kasus tersebut ternyata belum berakhir. Maaf itu justru menjadi awal babak baru bagi Polda STG.

Polda STG kini terancam dilaporkan ke polisi, bukan lagi soal tuak, melainkan dugaan penghinaan terhadap tokoh legendaris Pacu Jalur, sang komentator kebanggaan masyarakat Kuansing, DT Darwis.

Tim kuasa hukum DT Darwis memastikan tidak akan tinggal diam. Laporan resmi ke Polres Kuantan Singingi akan segera dilayangkan.

Persoalan ini kembali memanas setelah siaran live TikTok milik Polda STG sendiri. Dalam live tersebut, ia diduga melontarkan kata-kata penghinaan secara berulang kali dengan menyebut nama Darwis secara jelas dan terang-terangan, tanpa rasa bersalah.

Perlu diketahui, DT Darwis merupakan salah satu tokoh yang paling lantang mengecam aksi pamer tuak Polda STG. Kritiknya keras, karena yang ia bela adalah soal adat dan harga diri masyarakat Kuansing.

Kuasa Hukum DT Darwis, Advokat Ikhsan, S.H., M.H., menegaskan langkah hukum ini adalah harga mati sebagai pelajaran.

"Kami sangat menghormati kebebasan berpendapat. Tapi ingat, bebas berpendapat bukan berarti bebas menghina orang seenak jidat. Ketika nama klien kami disebut jelas dan diduga dihina berkali-kali di ruang publik lewat TikTok Live, biar hukum yang bicara," tegas Ikhsan.

Tidak hanya itu, Ikhsan juga membantah isu liar yang mencoba menggoreng kasus ini menjadi konflik antar suku di Kuansing. Padahal, kasus ini murni kasus pribadi yang harus dihadapi dan dipertanggungjawabkan oleh Polda STG

"Stop bawa-bawa sentimen Sumatera Utara versus Kuansing! Ini bukan soal dari mana dia berasal. Ini soal perbuatan. Pacu Jalur terbuka untuk siapa saja, dari Sabang sampai Merauke silakan datang. Tapi satu syarat, adat dan masyarakat tempatan WAJIB dihormati!" ujarnya.

Untuk laporan tersebut, tim kuasa hukum mengaku sudah mengantongi semua bukti, mulai dari rekaman video live hingga bukti elektronik lainnya yang akan diserahkan utuh kepada penyidik.

"Kami tidak akan membalas makian dengan makian. Kami lawan dengan bukti dan jalur hukum. Kalau dia merasa itu bukan penghinaan, silakan adu argumen di depan penyidik. Jika terbukti ada unsur pidana, kami minta polisi proses tuntas secara profesional tanpa pandang bulu," pungkasnya.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :