Salma Hayek Menuju Usia 60: Uban, Kerutan, dan Kecantikan yang Tak Lagi Minta Izin
Foto: Ist, Sumber : Net
JAKARTA, RANAHRIAU.COM - Salma Hayek sebentar lagi memasuki usia 60 tahun. Namun, setiap kali foto aktris Hollywood itu muncul di media sosial, komentar yang sama kembali bermunculan: “Tidak kelihatan tua,” atau “Masih terlihat seperti usia 30-an.”
Pujian tersebut terdengar manis, tetapi sekaligus menyimpan pertanyaan yang lebih besar: mengapa kecantikan perempuan harus selalu diukur dari seberapa berhasil ia terlihat lebih muda?
Salma Hayek justru menunjukkan perspektif yang berbeda. Baginya, bertambahnya usia bukan sesuatu yang harus disembunyikan.
Selama bertahun-tahun, Hayek pernah mengira bahwa menua berarti kehilangan banyak hal. Pada usia 56 tahun, ia bahkan pernah membayangkan kariernya akan berhenti dan kemungkinan dirinya tidak lagi jatuh cinta. Namun, kenyataan berkata lain.
Ia tetap bekerja, terus membintangi film dan masih menikmati kehidupan bersama suaminya. Yang lebih penting, ia tidak merasa tubuhnya telah mengkhianatinya hanya karena waktu terus berjalan.
Salma Hayek Membiarkan Uban Berbicara
Salah satu perubahan yang dilakukan Salma Hayek terjadi ketika ia berusia 50 tahun. Ia mulai membiarkan rambut berubannya terlihat.
Bukan karena menyerah terhadap penampilan, melainkan karena rasa ingin tahu. Hayek ingin mengetahui seperti apa dirinya jika membiarkan rambut tumbuh tanpa terus-menerus menutup uban dengan pewarna.
Keputusan sederhana itu menjadi semacam pernyataan: uban tidak selalu harus menjadi sesuatu yang disembunyikan.
Pada usia 56 tahun, Hayek juga pernah membagikan swafoto tanpa riasan. Dengan nada bercanda, ia menghitung kerutan baru yang muncul di wajahnya ketika bangun tidur.
Tidak ada kepanikan. Tidak ada upaya untuk menghapus jejak waktu dari wajahnya. Justru ada penerimaan.
Tak Mengejar Wajah Usia 20 Tahun
Salma Hayek juga dikenal terbuka mengenai perawatan kecantikan yang dilakukannya. Ia mengatakan tidak pernah menjalani suntik Botox, facelift maupun menggunakan filler. Namun, bukan berarti ia sama sekali tidak merawat kulit.
Ia tetap melakukan perawatan kulit dan berbagai prosedur non-invasif. Perbedaannya terletak pada tujuan. Ia tidak berusaha menghentikan waktu. Ia hanya merawat dirinya sambil membiarkan waktu berjalan.
Di sinilah pesan Salma Hayek terasa lebih relevan daripada sekadar pujian bahwa dirinya “awet muda”. Sebab, mengatakan seorang perempuan cantik karena ia tampak jauh lebih muda dari usianya secara tidak langsung bisa memberi pesan bahwa menjadi tua adalah sesuatu yang buruk.
Hayek menawarkan narasi yang berbeda. Menjadi 60 Tahun Bukan Akhir dari Kecantikan
Kini, Salma Hayek berada di ambang usia 60 tahun dan memasuki fase kehidupan baru. Ia bahkan telah berada pada tahap kehidupan sebagai calon nenek, tetapi kariernya di dunia perfilman masih berjalan.
Film terbarunya juga dijadwalkan hadir pada tahun ini. Karier, cinta, keluarga dan kehidupan masih terus bergerak. Tidak ada pintu yang otomatis tertutup hanya karena angka usia bertambah.
Mungkin inilah hal yang paling menarik dari Salma Hayek.Ia bukan simbol kecantikan meskipun berusia 60 tahun.Ia adalah simbol bahwa kecantikan bisa tetap hidup di usia 60 tahun. Dengan rambut beruban. Dengan kerutan. Dengan wajah yang menyimpan perjalanan hidup.Dan tanpa perlu meminta maaf kepada siapa pun karena telah bertambah tua. Karena pada akhirnya, menjadi tua bukan kegagalan. Yang gagal justru cara pandang yang membuat perempuan merasa harus terlihat muda agar tetap dianggap cantik.


Komentar Via Facebook :