Pilu Nasib Atlet Jalur di Kuantan Mudik : Dayung Sendiri di Tengah Pesta Rakyat

Pilu Nasib Atlet Jalur di Kuantan Mudik : Dayung Sendiri di Tengah Pesta Rakyat

Delima Indah Permata Kuantan (Saik)

KUANSING - Gegap gempita Pacu Jalur tradisional di Tepian Narosa Teluk Kuantan tinggal menghitung hari. Ratusan Jalur diprediksi bakal beradu pacu dalam event nasional yang akan digelar 19-23 Agustus mendatang di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Namun di balik kemegahan pesta rakyat Kuansing itu, ada cerita miris dari hulu.

Jalur-jalur kebanggaan Kecamatan Kuantan Mudik yang mati-matian berjuang di event rayon, justru berjuang sendirian. Tanpa support. Tanpa kehadiran. Ditinggalkan oleh mereka yang seharusnya berdiri paling depan.

Kondisi ini menjadi gunjingan panas di tengah masyarakat Kuantan Mudik. "Kalau dulu, tidak sedikit anggota DPRD Dapil 4 yang turun langsung ke tenda-tenda Jalur perwakilan Kuantan Mudik untuk memberi semangat. Sekarang? Terlalu cepat berubah. Tidak seperti dulu lagi," keluh Alamsyah, salah seorang tokoh pemuda Kuantan Mudik.

Puncaknya terjadi pada Festival Pacu Jalur di Tepian Lubuak Sobae Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir kemarin. Satu-satunya Jalur yang mewakili Kecamatan Kuantan Mudik, Jalur Delima Indah Permata Kuantan, bertarung tanpa perhatian sama sekali. Baik finansial maupun moril, nihil.

"Berkaca pada festival di Baserah kemarin, satu-satunya perwakilan kita, Delima Indah Permata Kuantan, dari Desa Saik tidak mendapatkan perhatian atau support. Ini sudah menjadi perbincangan luas di masyarakat. Sangat disayangkan," tegas Alamsyah kepada media ini, Minggu (17/08).

Ia pun melayangkan kritik telak kepada anggota DPRD Kuansing Dapil 4 yang meliputi Kecamatan Pucuk Rantau, Kuantan Mudik, Gunung Toar, dan Hulu Kuantan, serta Pemerintah Kecamatan Kuantan Mudik.

Menurutnya, support itu tidak melulu soal uang. "Memberikan support itu gak harus dengan uang. Hadir saja ke posko Jalur, duduk bersama anak pacu, itu sudah lebih dari cukup. Itu sudah menjadi suntikan moral yang luar biasa," ujarnya pedas.

Alamsyah menyindir keras mentalitas pejabat musiman. "Jangan hanya ketika butuh suara saat Pileg saja berbondong-bondong datang ke Posko Jalur. Foto sana-sini, janji manis. Setelah terpilih, batang hidungnya pun tak pernah lagi nampak di Posko Jalur. Rakyat Kuantan Mudik tidak buta, mereka mencatat," pungkasnya.

Kini, masyarakat menunggu. Akankah di Tepian Narosa nanti para wakil rakyat Dapil 4 dan Camat Kuantan Mudik masih betah bersembunyi di balik meja kekuasaan, atau akhirnya mau turun menunjukkan bahwa mereka memang masih punya muka untuk menemui rakyatnya sendiri?

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :