Diklaim Diintai Anggota TNI, Islah Bahrawi kantongi Bukti CCTV: Mabes TNI janji Tindak Lanjuti

Diklaim Diintai Anggota TNI, Islah Bahrawi kantongi Bukti CCTV: Mabes TNI janji Tindak Lanjuti

Foto: Ist, Sumber : Net

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Aktivis deradikalisasi agama, Islah Bahrawi, mengaku mengalami aksi pengintaian dan teror oleh sejumlah orang tak dikenal yang diyakininya merupakan anggota TNI. Pengakuan itu sempat ramai diperbincangkan di media sosial dan kini mendapat respons resmi dari Markas Besar TNI.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Muhammad Nas, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan Islah terkait dugaan pengintaian tersebut.

Menurut Islah, aksi pengintaian tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa orang-orang tak dikenal itu diduga melakukan pemotretan terhadap rumah dan aktivitas keluarganya. Bahkan, sejumlah tetangga disebut turut didatangi dan dimintai informasi mengenai dirinya.

Merasa terancam, Islah bersama warga sekitar kemudian melakukan pengumpulan bukti. Dari rekaman CCTV yang berhasil dihimpun, tampak sejumlah orang yang diduga melakukan pengintaian. Beberapa rekaman bahkan memperlihatkan wajah para terduga pelaku secara jelas.

“Dari hasil penelusuran yang kami lakukan, ada enam orang yang teridentifikasi sebagai anggota TNI,” ungkap Islah melalui akun media sosialnya.

Kasus ini menambah panjang daftar kontroversi yang melibatkan Islah Bahrawi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada 8 April lalu, ia termasuk salah satu aktivis yang dilaporkan ke kepolisian atas dugaan penghasutan setelah menyampaikan gagasan mengenai penurunan Presiden Prabowo Subianto.

Laporan tersebut sempat memicu perdebatan luas mengenai batas kebebasan berekspresi dan kritik terhadap pemerintah. Kini, dugaan pengintaian yang dialaminya kembali memunculkan pertanyaan publik terkait keamanan aktivis dan ruang demokrasi di Indonesia.

Publik menanti hasil investigasi yang dijanjikan TNI. Jika dugaan keterlibatan aparat terbukti, kasus ini berpotensi menjadi sorotan serius terkait profesionalisme institusi dan perlindungan terhadap warga negara yang menyampaikan pandangan kritis di ruang publik.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :