Gakkum Polhut Dituntut Tegas Jaga Hutan, Pembabatan Liar di Hutan Lindung Bukit Betabuh Masih Marak

Gakkum Polhut Dituntut Tegas Jaga Hutan, Pembabatan Liar di Hutan Lindung Bukit Betabuh Masih Marak

Ilustrasi pengolahan kayu, dan program green policing Polres Kuansing

KUANSING, RANAHRIAU.COM – Penegakan hukum kehutanan kembali disorot setelah aktivitas pembalakan liar di kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh, Kabupaten Kuantan Singingi, dilaporkan terus terjadi. Organisasi kepemudaan Indonesia Youth Epicentrum mendesak aparat, termasuk Polisi Kehutanan (Polhut) dan Gakkum Kehutanan, untuk mengambil langkah hukum tegas terhadap para pelaku.

Pembalakan jalan terus meski ada program penghijauan. Polres Kuantan Singingi sebelumnya meluncurkan program Green Policing dengan membagikan bibit pohon kepada warga sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Namun, langkah itu dinilai belum cukup.

Robi Camdra, Kepala Bidang Lingkungan Indonesia Youth Epicentrum, menyebut pembalakan kayu ilegal masih berlangsung di area Hutan Lindung Bukit Betabuh. “Penegakan hukum lingkungan sejati membutuhkan tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku. Kalau hanya tanam pohon tapi pembalakan dibiarkan, hutan tetap habis,” tegasnya saat di Teluk kuantan. Jum'at (5/6/2026).

Robi berharap Polhut menjadi garda terdepan menjaga sumber kehidupan. "Hutan lindung Bukit Betabuh harus steril dari aktivitas perambahan. Saya menilai karena lemahnya pengawasan membuat kayu dari kawasan ini terus dijarah. Ini tidak bisa dibiarkan," tegas Robi.

Selaku Kepala Bidang Lingkungan Indonesia Youth Epicentrum itu meminta Gakkum Polhut tidak berhenti pada sosialisasi. Akan tetapi, ia meminta Gakkum untuk melakukan Patroli rutin & penindakan. 

" Ya, kita meminta kepada Gakkum Polhut untuk mengintensifkan patroli di titik rawan Bukit Betabuh dan proses hukum pelaku hingga ke aktor intelektual, serta update penanganan kasus agar ada efek jera dan kepercayaan terhadap aparat meningkat.

Dikatakan Robi, Tanpa penegakan hukum yang konsisten, program penghijauan dikhawatirkan hanya jadi seremoni. “Hutan bukan cuma soal pohon, tapi air, satwa, dan masa depan anak cucu. Kalau Gakkum Polhut tidak bergerak cepat, Bukit Betabuh akan tinggal nama,” tutup Robi.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :