Supiyano Angkat Suara: Bongkar Muat Mandek, Petani Kelapa Pulau Mendol Terancam Rugi
Foto: Ist
PULAU MENDOL, RANAHRIAU.COM— Keterlambatan bongkar muat kelapa yang terjadi hampir sepekan di Pulau Mendol akhirnya memantik reaksi dari Ketua Karang Taruna Kuala Kampar, Supiyano. Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap ekonomi petani.
Menurut Supiyano, penumpukan kelapa di lokasi pengumpulan saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, hasil panen petani berpotensi rusak dan menimbulkan kerugian yang tidak kecil.
“Ini sudah hampir seminggu terjadi. Kelapa menumpuk dan kalau dibiarkan, tentu akan merugikan petani karena kualitasnya bisa menurun,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan ini bukan hanya soal keterlambatan teknis, tetapi juga mencerminkan kurangnya dukungan sarana dan prasarana dalam rantai distribusi hasil pertanian di wilayah pesisir.
Supiyano secara tegas meminta adanya langkah konkret dari pihak terkait, terutama dalam penambahan alat bongkar muat seperti kren yang dinilai sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses distribusi.
“Kami minta penambahan alat kren agar proses bongkar muat kelapa bisa lebih cepat dan tidak menimbulkan penumpukan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa petani merupakan kelompok yang paling terdampak jika distribusi tersendat. Oleh karena itu, menurutnya, perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan sangat diperlukan agar persoalan ini tidak terus berulang.
“Kami berharap ada solusi cepat. Jangan sampai petani terus dirugikan karena persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi,” tutupnya.


Komentar Via Facebook :