Riau Gaspol Swasembada Pangan
111 Brigade Pangan Dikerahkan, Produksi Padi Naik tapi masih Bergantung Pasokan Luar
Foto: Ist, Sumber : Net
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tancap gas menjalankan Program Swasembada Pangan Nasional sejak 2025. Berbagai langkah strategis digulirkan, mulai dari optimasi lahan, cetak sawah rakyat, hingga modernisasi sistem irigasi. Hasilnya mulai terlihat, meski tantangan besar masih membayangi.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyebutkan program tersebut difokuskan pada penguatan sektor hulu pertanian, didukung benih unggul, pupuk bersubsidi, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern.
Sebagai ujung tombak di lapangan, Pemprov Riau telah membentuk 111 Brigade Pangan yang melibatkan 1.665 petani milenial.
“Pemprov Riau telah membentuk 111 Brigade Pangan dengan total 1.665 petani milenial. Ini bentuk dukungan konkret kami dalam mendorong swasembada pangan nasional,” kata Syahrial, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, program ini tidak sekadar mengejar angka produksi, tetapi juga menjadi strategi regenerasi petani dan transformasi pertanian tradisional menuju modern.
Dari sisi kebijakan, Pemprov Riau bersama kabupaten dan kota memperkuat langkah melalui Instruksi Gubernur Riau tentang peningkatan produksi padi dan jagung, yang dijalankan lewat Gerakan Daerah Percepatan Peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT).
Gerakan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk sinergi dengan TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Alhamdulillah, upaya ini mulai menunjukkan hasil. Luas tanam meningkat, indeks pertanaman naik, produksi dan luas panen bertambah. Yang paling penting, pendapatan petani ikut meningkat dan lahan sawah kembali produktif,” ungkapnya.
Data Pemprov Riau menunjukkan, produksi padi tahun 2025 meningkat 4,51 persen. Dalam dua tahun terakhir (2023–2025), produksi padi tumbuh 12,7 persen, dari 205.973 ton menjadi 232.071 ton.
Jika dikonversikan ke beras konsumsi, produksi beras Riau pada 2025 mencapai 133,19 ribu ton, juga tumbuh 4,51 persen. Capaian ini dinilai memperkuat ketahanan pangan daerah dan menekan ketergantungan pasokan dari luar.
Namun demikian, Syahrial mengakui capaian tersebut belum cukup. Saat ini, Riau baru mampu memenuhi sekitar 27 persen kebutuhan konsumsi beras masyarakat.
Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa, kebutuhan beras Provinsi Riau diperkirakan mencapai 436 ribu ton per tahun.
“Artinya, sampai sekarang kita masih membutuhkan pasokan beras dari luar daerah,” tegasnya.
Untuk mengejar ketertinggalan itu, Pemprov Riau berharap dukungan lebih kuat dari Kementerian Pertanian, baik dalam bentuk kebijakan, pendampingan teknis, maupun penguatan sarana dan prasarana pertanian.
“Kami mengharapkan dukungan penuh Kementerian Pertanian agar peningkatan produksi pangan lokal di Riau dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Syahrial menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan swasembada pangan nasional.
“Atas dukungan dan perhatian Kementerian Pertanian RI, kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Semoga kolaborasi ini terus diperkuat demi ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional,” pungkasnya.


Komentar Via Facebook :