BRK Syariah

Muda, Berani Berangkat: Kisah Azka dan Nazib Menjemput Panggilan Haji di Usia 20 Tahun

Muda, Berani Berangkat: Kisah Azka dan Nazib Menjemput Panggilan Haji di Usia 20 Tahun

Foto: Ist, Sumber : Dok.BRK Syariah

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Di saat sebagian anak muda masih sibuk merancang masa depan di bangku kuliah, dua mahasiswa asal Pekanbaru ini justru melangkah lebih jauh: menjemput panggilan suci ke Tanah Suci. Adalah Azka Maulana Putra Fadhli dan Muhammad Nazib Habibbullah, dua nama yang kini menjadi simbol bahwa ibadah haji bukan lagi monopoli usia senja. Di usia yang baru 20 tahun, keduanya tercatat sebagai jamaah calon haji termuda nasabah BRK Syariah tahun 2026.

Bagi Azka, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau semester 4, kabar keberangkatannya terasa seperti kejutan yang menyentuh hati. “Alhamdulillah, ini benar-benar di luar dugaan. Saya sangat bersyukur bisa dipanggil lebih awal,” tuturnya, dengan nada haru yang tak bisa disembunyikan.

Perjalanan ini bukan kebetulan. Sejak usia 5 tahun, Azka telah didaftarkan oleh sang ibu, Okta Linda, seorang notaris di Pekanbaru. Sebuah keputusan panjang yang kini berbuah manis. Tahun ini, ia akan berangkat bersama ibunya, menunaikan rukun Islam kelima dalam satu ikatan yang lebih dari sekadar keluarga, ikatan spiritual.

Di tengah rutinitas sebagai mahasiswa, Azka tak tinggal diam. Ia menyiapkan diri dengan serius: belajar manasik, menguatkan mental, hingga menanamkan niat yang lurus. “Ini bukan hanya perjalanan fisik, tapi perjalanan hati,” ujarnya.
Harapannya sederhana, namun dalam: pulang sebagai pribadi yang lebih baik, lebih matang, dan lebih siap menghadapi kehidupan.

Kisah serupa juga datang dari Muhammad Nazib Habibbullah, mahasiswa Manajemen Universitas Riau yang juga duduk di semester 4. Nazib akan tergabung dalam kloter 3, rombongan pertama dari Riau yang berangkat tahun ini. Bagi Nazib, perjalanan ini terasa semakin istimewa karena ia tidak sendiri. Ia akan berangkat bersama seluruh anggota keluarganya: ibu, ayah, dan sang kakak. “Ini momen yang sangat kami nantikan. Bisa berangkat bersama keluarga adalah nikmat yang luar biasa,” ungkapnya.

Di balik kebahagiaan itu, tersimpan makna yang lebih dalam. Haji bagi Nazib bukan sekadar ibadah individu, melainkan perjalanan kolektif yang mempererat ikatan keluarga dalam suasana spiritual yang khusyuk.Dua kisah ini seperti dua lentera kecil yang menyala di tengah generasi muda. Mereka membuktikan bahwa usia bukanlah batas, melainkan kesempatan. Bahwa niat yang kuat, disertai perencanaan sejak dini, mampu membuka jalan menuju impian yang sering dianggap terlalu jauh. Azka pun menitipkan pesan sederhana namun menggugah bagi generasi seusianya: “Mulai dari sekarang. Jangan tunggu tua. Haji itu bukan soal umur, tapi soal kesiapan dan niat. Menabung dari dini itu kunci.”

Di tengah hiruk-pikuk dunia kampus dan dinamika anak muda, langkah Azka dan Nazib terasa seperti jeda yang menenangkan, sebuah pengingat bahwa di balik ambisi duniawi, selalu ada panggilan langit yang menunggu untuk dijawab.
Perjalanan mereka ke Tanah Suci bukan sekadar ritual. Ia adalah awal dari transformasi. Sebuah langkah sunyi menuju kedewasaan, membawa pulang bukan hanya gelar haji, tetapi juga jiwa yang lebih utuh.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :