Hilang di Tanah Suci, Terlupakan di Tanah Air? Nasib Jemaah Haji masih Gelap

Hilang di Tanah Suci, Terlupakan di Tanah Air? Nasib Jemaah Haji masih Gelap

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj

JAKARTA, RANAHRIAU.COM – Di tengah gegap gempita penyelenggaraan haji, ada satu fakta sunyi yang nyaris tenggelam: jemaah hilang, tanpa jejak, tanpa kepastian.

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, membuka tabir yang selama ini luput dari sorotan. Tiga jemaah haji tahun 2025 dilaporkan hilang di Tanah Suci—dan hingga kini, nasib mereka masih menggantung di ruang hampa.

“Ini sesuatu yang fatal, tapi kerap luput dari perhatian pemerintah maupun DPR RI,” tegasnya dalam forum Haji Outlook 2026, Rabu (1/4/2026).

⚠️ Hilang Tanpa Jejak, Keluarga Tanpa Kepastian
Masalahnya bukan sekadar kehilangan. Ini soal ketidakjelasan yang berkepanjangan.

Mustolih mendesak pemerintah segera menetapkan status hukum tiga jemaah tersebut. Sebab hingga hari ini, keluarga korban masih terombang-ambing, bahkan tak tahu harus mengadu ke mana.

“Kalau tidak ditemukan, harus ada batas waktunya. Statusnya bagaimana? Keluarganya bingung,” ujarnya.

Di balik angka “tiga orang”, ada tiga keluarga yang hidup dalam teka-teki tak berujung.

🔁 Kasus Lama, Luka yang Belum Sembuh
Ini bukan kejadian pertama. Mustolih mengingatkan, kasus serupa pernah terjadi sebelumnya. Seorang jemaah asal Palembang dilaporkan hilang pada musim haji sebelumnya—dan hingga kini, masih belum ditemukan. “Ini tidak boleh terulang,” katanya, dengan nada yang lebih keras dari sekadar peringatan.

🏛️ DPR Angkat Suara: Negara Tak Boleh Absen
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, ikut bersuara lantang. Baginya, tak ada alasan bagi negara untuk membiarkan warganya hilang tanpa kejelasan. “Tidak mungkin warga negara tidak diketahui di mana keberadaannya. Harus ada batas. Kalau memang sudah almarhum, harus diselesaikan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti dampak psikologis yang ditanggung keluarga. “Jangan dibiarkan keluarganya mengambang. Ini bisa menjadi aib juga buat kita,” tambahnya.

📜 Regulasi Ada, Tapi Mandul di Lapangan?
Ironinya, aturan soal penetapan status jemaah hilang sebenarnya sudah ada. Namun dalam praktik, implementasinya dinilai masih jauh dari optimal.

Di sinilah letak persoalan yang lebih dalam:
sistem ada, tapi tak bekerja sebagaimana mestinya.

🎯 Harapan ke Menteri Baru: Jangan Ulang Kesalahan Lama
Dengan hadirnya kementerian baru yang menangani urusan haji, DPR berharap ada perbaikan signifikan—bukan sekadar pergantian nama atau struktur.
“Mudah-mudahan dengan Menteri Haji yang baru, prosedurnya bisa lebih jelas,” kata Marwan.

🌑 Lubang Gelap dalam Ibadah Suci
Haji adalah perjalanan iman. Tapi ketika ada jemaah yang hilang tanpa jejak, perjalanan itu berubah menjadi luka yang tak kunjung sembuh. Tiga orang hilang bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah tanggung jawab.

Dan hingga kini, satu pertanyaan masih menggema, tanpa jawaban yang benar-benar tegas:
negara hadir, atau justru absen di saat paling dibutuhkan?

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :