Waspada.. Modus Penipuan Cek palsu kembali Marak

Waspada.. Modus Penipuan Cek palsu kembali Marak

Modus penipuan dengan menyerakan cek palsu bernilai miliaran rupiah terjadi di Inhu. Kapolres AKBP Abas Basuni menghimbau warga tak terpedaya.

Rengat, RanahRiau.com-
Polres Indragiri Hulu (Inhu) menghimbau warga Inhu, untuk mewaspadai penipuan bermodus cek yang bernilai miliaran yang ditemukan dalam amplop bersama dokumen lainya.

Himbauan agar warga mewaspadai penipuan bermodus cek yang bernilai miliaran yang ditemukan dalam amplop bersama dokumen lainya. hal ini disampaikan Kapolres Inhu, AKBP.Abas Basuni Selasa (18/4/17) menyikapi ditemukanya amplop berisi cek senilai Rp 4,5 miliar atas nama Drs H Sutoto SE, selaku Dirut PT Surya Wira Agra yang beralamat di Kabupaten Bontang, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). oleh seorang warga di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Inhu,

"Ini model penipuan, untuk itu kami menghimbau masyarakat jangan sampai terpengaruh dengan model penipuan seperti ini. Segera koordinasi ke aparat terdekat kalau menemukan modus penipuan seperti ini, karena kasian warga yang percaya, langsung telpon dan selanjutnya ditipu untuk mentransfer sejumlah uang," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, seorang warga berinisial RH menemukan cek senilai Rp.4,5 miliar atas nama Drs H Sutoto SE, selaku Dirut PT Surya Wira Agra yang beralamat di Kabupaten Bontang, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Inhu, Selasa (18/4/17), sekitar pukul 06.00 WIB.

Selain cek tersebut, dalam bundelan amplop yang terbungkus rapi juga ditemukan sejumlah dokumen berisi Surat Izin Usaha Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Kaltim dan Surat Keterangan Tanah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional Bontang, nomor seluler pemilik dokumen serta sebuah kertas bertuluskan “barang siapa menemukan amplop tersebut diminta segera menghubungi pemiliknya dan akan diberi hadiah puluhan juta rupiah."


(Riauterkini)

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :