Eksotis Hutan Mangrove, Pesona Keindahan Kota Dumai

Eksotis Hutan Mangrove, Pesona Keindahan Kota Dumai

Dumai, Ranahriau.com- Kota Dumai menjadi salah satu kota yang terkenal dengan pelabuhannya,  Tak main-main, kota ini bahkan mengusung jargon “Pengantin Berseri yang Sehat”. Maksud jargon tersebut adalah, menjadi kota pelabuhan, perdagangan, Wisata (Tourism,red), industri yang sejahtera, harmonis, aman dan tenteram.

Jargon itu bukan hanya sekedar penyemangat dan penyemarak kota Dumai saja, namun Salah satu perwujudannya adalah dengan pengembangan kawasan berbasis wisata alam atau ecotourism. salah satu yang menjadi pengembangan itu adalah pelestarian hutan mangrove, tepatnya Di Jalan Nelayan Laut, Kota Dumai, Provinsi Riau.

Jika ditelusuri, dapat bertemu dengan obyek wisata Bandar Bakau, dikenal dengan situs legenda Putri Tujuh yang mulai diketahui secara luas.

Jangan salah, obyek wisata ini tak hanya hutan mangrove biasa. Justru obyek wisata hutan mangrove yang sekaligus menjadi kawasan konservasi ini mendapat lirikan banyak kalangan, mulai dari pemerintah daerah, peneliti, pecinta alam, mahasiswa, tentunya juga dari masyarakat dan pengunjung wisata Domestik. Hal itu dibuktikan dari Pengamatan Pewarta ranahriau.com dan Sejumlah jurnalis Riau lainnya saat berkunjung dalam rangka safari jurnalistik Sabtu (15/4/2017), melihat langsung keindahan alam itu yang berada di kawasan Bandar Bakau, Dumai.

Dengan Mengusung program unggulan ekosistem Bakau, kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri, Salah satunya adalah Abidah, wartawan  ranahriau.com yang memang dikenal aktif dalam banyak kegiatan jurnalis, Aktif di organisasi kewartawanan, menjadikan Abidah ikut ambil peran di kawasan tersebut. Salah satu kegiatan yang diikutinya, yakni program pelestarian bakau.

Menurutnya, segmentasi pengunjung dari hutan mangrove kebanggan Dumai ini tergolong beragam. Lebih lagi, obyek ini mulai ramai dikunjungi apabila diadakan kegiatan tertentu oleh pemerintah daerah dan kelompok lainnya.

“Pertengahan 2015 lalu, hingga sekarang kira-kira sudah dikunjungi 25.000-an pengunjung. Sebagiannya adalah masyarakat lokal Riau. Namun dari kalangan mahasiswa berbagai perguruan tinggi, wisatawan lokal, hingga mancanegara juga kerap kali berkunjung ke daerah ini. Bahkan, beberapa kali Pemko dan SKPD Kota Dumai sudah melakukan kegiatan di lokasi tersebut,” Paparnya.
 
Namun menurut dia, wisata hutan mangrove Kota Dumai ini masih terkendala promosi. pasalnya, dari pengamatan abidah, hanya pemerintah kota dumai dan masyarakat pecinta mangrove saja yang mengenalkan objek wisata bandar bakau itu, sementara saat ini sudah seharusnya pemerintah kota membuat iklan di tingkat nasional untuk mengenalkan lebih jauh wisata tersebut.

“Pengunjung yang datang sebenarnya sangat membantu perihal promosi. Arus informasi media sosial, menurut saya cukup besar pengaruhnya. Pengunjung kerap berfoto di obyek ini, lalu membagikannya pada kawan-kawan lain yang juga tentunya akan ikut tertarik,” Imbuhnya.

Kendati demikian, Kawasan ini tak hanya menyajikan bentangan hutan bakau pada para pengunjung, namun terdapat juga sekolah alam yang ditujukan bagi pelajar sekolah dasar setiap hari Minggu.

selain itu juga, ada program penghijauan yang dilaksanakan rutin oleh pengelola, serta penyediaan lokasi dan bibit penanaman bagi kelompok pengunjung yang ingin melaksanakan kegiatan bersama.

Saat ditanyai perihal harapannya terhadap kawasan ini, dirinya mengatakan, masih banyak keunggulan lain yang harus diusahakan berbagai pihak, diantaranya, kalangan Pencinta Alam Bahari, LSM, pihak pengelola, serta sebagian pengunjung harus bahu-membahu mengoptimalkan potensi mangrove yang sudah ada. Lebih lagi, bantuan promosi dari semua komunitas pegiat alam dan lingkungan, Pemprov, serta bantuan infrastruktur berupa tambahan jembatan titian di lokasi menjadi penunjang yang sangat besar.

Dengan adanya pengembangan wisata bahari dan pelestarian hutan mangrove di Riau tersebut, dipandang dapat menunjang salah satu pilar dari tujuan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

konsep negara maritim adalah sebuah konsep yang memanfaatkan semua sumber daya alam di wilayah laut untuk kepentingan rakyat dan memakmurkan sebuah negara.

selain letak kota Dumai yang berada dekat dengan selat Malaka, pengembangan hutan mangrove Bandar Bakau berpotensi menjadi obyek wisata unggulan.

"Pemerintah harus dapat meningkatkan kepedulian terhadap para pelaku konservasi,sedikit orang yang masih peduli lingkungan, Walaupun terhalang konversi lahan, ada juga pecinta alam berusaha menjaga ekosistem mangrove dengan gigih,” Tandasnya. (Fes).




 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :