Di Tengah Bara Konflik Global, Wali Kota Pekanbaru Keluarkan Seruan Doa: Alarm Damai dari Riau

Di Tengah Bara Konflik Global, Wali Kota Pekanbaru Keluarkan Seruan Doa: Alarm Damai dari Riau

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Ketika dunia sibuk dengan dentuman senjata dan ketegangan geopolitik yang kian memanas, dari jantung Provinsi Riau, suara berbeda justru dikumandangkan. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memilih jalur spiritual: doa dan refleksi bersama.

Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 27/SE/26 tertanggal 1 Maret 2026, orang nomor satu di Kota Bertuah itu menyerukan gerakan kolektif lintas agama untuk memohon kedamaian dunia. SE tersebut ditujukan kepada seluruh pimpinan rumah ibadah, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat se-Kota Pekanbaru.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Situasi global yang penuh konflik dan ketegangan dinilai berpotensi menimbulkan dampak kemanusiaan luas—tak hanya secara geopolitik, tetapi juga secara psikologis dan sosial di tengah masyarakat.

“Pemerintah Kota Pekanbaru mengajak seluruh warga untuk memperbanyak doa sesuai keyakinan masing-masing serta memperkuat kepedulian dan solidaritas kemanusiaan agar dunia dijauhkan dari peperangan dan pertumpahan darah,” tegas Agung, Selasa (3/3/2026).

Tiga Seruan, Satu Pesan: Jangan Biarkan Api Perpecahan Menyala

Dalam edaran tersebut, terdapat tiga poin utama yang menjadi penegas arah moral Kota Pekanbaru di tengah turbulensi global.

Pertama, seluruh pimpinan rumah ibadah dihimbau mengajak umatnya untuk berdoa dan melakukan refleksi bersama sesuai ajaran agama masing-masing. Tujuannya jelas: terciptanya kedamaian dunia dan keselamatan umat manusia.

Kedua, para tokoh agama dan tokoh masyarakat diminta memperkuat pesan-pesan persatuan, kasih sayang, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap kesempatan. Sebuah pesan yang terasa relevan, di tengah era media sosial yang kerap memelintir narasi menjadi bara provokasi.

Ketiga, masyarakat Kota Pekanbaru diingatkan untuk menjaga kerukunan, saling menghormati perbedaan, serta bijak dalam menyikapi informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi.

Pesan ini seperti tamparan halus bagi publik digital: di tengah derasnya arus informasi, kecerdasan kolektif diuji.

Dari Pekanbaru untuk Dunia
Seruan ini bukan sekadar formalitas birokrasi. Ia adalah pernyataan sikap. Bahwa Kota Pekanbaru tidak ingin menjadi penonton pasif dalam drama global, melainkan memilih berdiri di barisan nilai—kedamaian, persaudaraan, dan kemanusiaan.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat persaudaraan dan kepedulian kemanusiaan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi bangsa dan negara kita, serta menjadikan Kota Pekanbaru sebagai kota yang menghadirkan kedamaian, keberkahan, dan harapan bagi seluruh masyarakat,” tutup Agung.

Di tengah dunia yang gaduh, Pekanbaru mencoba berbicara dengan cara berbeda: bukan dengan amarah, melainkpan dengan doa. Sebuah langkah yang mungkin terdengar sederhana, namun justru di situlah kekuatannya.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :