Dorong Lansia lebih Bermakna di Masa Senja
Daycare Lansia PDA Pekanbaru dan FSI UMRI gelar Pesantren Lansia
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Semangat belajar tak mengenal usia. Hal itu terasa dalam pembukaan kegiatan Pesantren Lansia hasil kolaborasi Daycare Lansia Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pekanbaru bersama Fakultas Studi Islam (FSI) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), yang digelar selama tiga hari, 27 Februari hingga 1 Maret 2026.
Sebanyak 48 peserta yang terdiri dari anggota Daycare Lansia PDA Pekanbaru serta lansia dari berbagai wilayah di Kota Pekanbaru mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias dan kehangatan.
Dekan Fakultas Studi Islam UMRI, Dr. Santoso, menyampaikan bahwa Pesantren Lansia merupakan salah satu program unggulan FSI UMRI yang terus dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan Daycare Lansia PDA Pekanbaru.
“Kami optimistis program kolaboratif seperti ini akan terus ditingkatkan kualitas dan jangkauannya pada tahun-tahun mendatang, agar semakin banyak lansia yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Masa Senja yang Bermakna
Rektor UMRI, Dr. Saidul Amin, yang hadir membuka kegiatan, memberikan pesan reflektif kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa masa lansia adalah fase kehidupan yang sangat berharga untuk memperdalam spiritualitas dan memperkuat kebermaknaan hidup.
“Masa lansia bukan akhir dari produktivitas, tetapi momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual, dan lebih bermakna bagi sesama,” tuturnya.
Pesantren Lansia tahun ini dinilai lebih komprehensif dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika tahun lalu kegiatan hanya berlangsung dari pagi hingga siang, kini program dirancang selama tiga hari penuh dengan materi yang lebih mendalam.
Risna Juita, salah satu penggagas kegiatan, menyampaikan kebanggaannya atas peningkatan kualitas pelaksanaan tahun ini.
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin berkembang di masa mendatang,” katanya.
Tokoh Nasional Turut Jadi Peserta
Menariknya, kegiatan ini juga diikuti oleh mantan Bupati Bengkalis yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), bersama sang istri. Kehadiran tokoh tersebut menjadi simbol bahwa proses belajar dan memperbaiki diri tidak pernah dibatasi usia maupun jabatan.
Ketua Daycare Lansia PDA Pekanbaru, Mulyati Umar, menegaskan bahwa pemberdayaan lansia adalah kebutuhan mendasar yang kerap terabaikan.
“Di masa senja, lansia membutuhkan ruang untuk berbagi cerita, menguatkan iman, dan tetap aktif secara sosial. Pesantren Lansia menjadi wadah yang tepat untuk itu,” ungkapnya.
Melalui sinergi ini, Daycare Lansia PDA Pekanbaru dan FSI UMRI berharap model pemberdayaan lansia berbasis nilai-nilai keislaman ini dapat menjadi contoh dan diperluas ke berbagai daerah di Provinsi Riau.


Komentar Via Facebook :