Promosi Pariwisata atau Impor Gengsi? Warganet Protes Kemenpar gandeng BTS
Foto: ist
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Jagat X (dulu Twitter) kembali ribut. Kali ini gara-gara pernyataan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang menyebut ingin mengajak grup musik asal Korea Selatan, BTS, berkolaborasi mempromosikan keindahan Indonesia lewat konser tur dunia mereka pada Desember mendatang.
Alih-alih disambut antusias, wacana tersebut justru menuai kekecewaan. Warganet menilai Kemenpar terlalu mudah silau oleh popularitas global, sampai lupa bahwa Indonesia punya segudang talenta musik kelas dunia yang selama ini justru “dibiarkan berjuang sendiri” tanpa sokongan negara.
“Seolah-olah musisi Indonesia nggak cukup keren buat jualan pariwisata,” begitu nada protes yang ramai berseliweran di linimasa.
Padahal, publik menilai pilihan musisi lokal jauh lebih masuk akal—baik secara nasionalisme maupun efektivitas promosi.
Nama-nama seperti Agnez Mo, Anggun, Rich Brian, NIKI, hingga Nona disebut-sebut sudah punya basis penggemar internasional yang kuat dan relevan untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia.
Bagi warganet, menggandeng musisi lokal bukan cuma soal promosi, tapi juga soal pengakuan negara terhadap karya anak bangsa. Ketika pemerintah lebih sibuk melirik bintang K-Pop, muncul kesan bahwa talenta dalam negeri dianggap kurang “layak jual” di mata global.
Tak sedikit pula yang menilai langkah Kemenpar ini sebagai strategi instan: menumpang popularitas BTS demi efek viral cepat, ketimbang membangun narasi jangka panjang lewat ikon budaya sendiri.
Ironinya, di saat pemerintah gencar menggaungkan slogan bangga buatan Indonesia, urusan promosi pariwisata justru mengarah ke impor figur luar negeri. Publik pun bertanya: apakah Indonesia kekurangan wajah untuk mewakili dirinya sendiri?
Hingga kini, Kemenpar belum memberi penjelasan detail soal skema kolaborasi tersebut. Namun satu hal sudah jelas, wacana BTS ini membuka luka lama: soal negara yang kerap hadir saat butuh panggung besar, tapi absen saat musisi lokal membangun nama dari nol.


Komentar Via Facebook :