Kasus CCTV Inara Rusli Masuk babak Baru, Ini Pengakuan Pihak Yuni
Foto: Ist, Sumber : Net
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Kasus dugaan ilegal akses rekaman CCTV yang dilaporkan Inara Rusli memasuki babak baru. Pihak mantan asisten rumah tangga berinisial Y alias Yuni mengungkap dugaan motif di balik pengambilan rekaman video dari area lantai tiga rumah Inara.
Kuasa hukum Yuni, Muhammad Isa Bustomi, menyebut sopir Inara berinisial A atau Agung diduga sempat berniat menjual rekaman CCTV tersebut untuk keuntungan pribadi. Hal itu, menurutnya, disampaikan saat proses pemindahan data berlangsung.
“Saksi Y dan saksi V sebenarnya sudah mengingatkan agar video itu dihapus. Tapi justru data tersebut dipindahkan, dan saksi A mengatakan ingin menjualnya untuk keuntungan pribadi,” ujar Bustomi saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).
Bustomi menjelaskan, rekaman CCTV awalnya dipindahkan dari memori penyimpanan ke ponsel milik Yuni. Selanjutnya, file tersebut kembali ditransfer ke perangkat milik saksi A menggunakan kabel OTG karena alasan perbedaan perangkat. “Awalnya dipindahkan ke HP saksi Y, lalu baru ditransfer ke HP milik saksi A,” katanya.
Ia menambahkan, Yuni mengetahui adanya pemindahan sekitar sepuluh file video tersebut. Namun saat itu, kliennya belum berani melaporkan kejadian tersebut kepada Inara karena merasa takut. “Dia tahu prosesnya, tapi memang belum berani memberi tahu majikannya saat itu,” jelasnya.
Pihak Yuni juga membantah tudingan bahwa kliennya menyebarkan rekaman tersebut ke pihak lain, termasuk kepada mantan suami Inara, Virgoun. Menurut Bustomi, dari hasil pemeriksaan, video justru diperoleh oleh saksi A. “Kami tegaskan saksi Y tidak pernah menyebarkan video itu, termasuk ke Virgoun,” tegasnya.
Yuni telah menjalani pemeriksaan selama sekitar 10 jam dengan total 26 pertanyaan dari penyidik. Ponsel miliknya turut diperiksa untuk memastikan alur perpindahan data rekaman.
Kasus ini bermula dari laporan Inara Rusli pada November 2025 terkait dugaan ilegal akses dan penyebaran informasi elektronik tanpa izin. Rekaman yang dipersoalkan disebut menampilkan momen kedekatan Inara dengan pebisnis Insanul Fahmi.
Polisi dijadwalkan akan memanggil sejumlah pihak lain, termasuk Virgoun dan mantan manajemen Inara, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.


Komentar Via Facebook :