Riau Siaga Konflik
Kesbangpol Petakan Kerawanan: Dari Rohingya, Lahan Sawit hingga Narkoba Perbatasan
Foto: Ist, Sumber : Net
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi konflik dan gangguan keamanan yang berkembang di daerah. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rachmat, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) isu kerawanan konflik terkini di Bumi Lancang Kuning.
Rakor digelar di Kantor Kesbangpol Riau, Jalan Thamrin, Pekanbaru, Senin (9/2/2026), dan dihadiri pimpinan Kesbangpol kabupaten/kota se-Riau serta perwakilan instansi terkait, termasuk TNI dan Polri.
Pertemuan ini tidak hanya membahas daftar kerawanan konflik, tetapi juga langkah pencegahan dan tindak lanjut konkret agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
“Semua permasalahan yang terjadi kita anggap sebagai potensi ancaman jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Dari pertemuan ini, kita harapkan dapat memetakan potensi kerawanan sedini mungkin,” tegas Boby.
Sejumlah isu strategis menjadi sorotan utama, mulai dari keberadaan pengungsi Rohingya, konflik lahan di berbagai daerah, hingga ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan, Idulfitri 1447 Hijriah, dan perayaan Imlek.
Rakor ini juga menyinggung konflik agraria berdarah di areal perkebunan kelapa sawit eks PT BS di Kabupaten Rokan Hulu, yang diketahui telah menelan korban jiwa. Insiden tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terulang di wilayah lain.
Selain konflik lahan, persoalan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) turut menjadi perhatian khusus. Boby menegaskan, seluruh instansi berwenang harus bergerak cepat dan terukur.
“Semua permasalahan ini harus kita tangani dengan cepat sebelum meluas dan berdampak lebih besar,” katanya.
Dalam rakor tersebut, Kepala Kesbangpol Kota Dumai, Khairil Adli, memaparkan potensi kerawanan di wilayahnya. Faktor geografis Dumai yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadikan kota pelabuhan itu rawan sebagai daerah transit narkoba.
Selain itu, isu pengawasan orang asing dan perdagangan manusia juga menjadi perhatian serius pemerintah setempat.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Pelalawan mengungkapkan kerawanan konflik di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), termasuk konflik manusia dan gajah yang kerap terjadi dan berpotensi memicu gesekan sosial.
Menanggapi laporan tersebut, Boby menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini, khususnya terkait konflik konsesi lahan.
“Tadi juga disampaikan potensi kerawanan soal konsesi di Dumai. Ini harus cepat kita antisipasi, jangan sampai terjadi seperti di Rohul. Begitu juga di Pelalawan terkait TNTN,” tegasnya.
Melalui rakor ini, Pemprov Riau berharap seluruh pemangku kepentingan satu frekuensi dalam menjaga stabilitas daerah, terutama menjelang momentum keagamaan dan meningkatnya aktivitas sosial masyarakat.


Komentar Via Facebook :