Virus Nipah Naikkan Kewaspadaan, Riau Tak Mau Kecolongan

Virus Nipah Naikkan Kewaspadaan, Riau Tak Mau Kecolongan

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Ancaman Virus Nipah, penyakit mematikan yang dapat menular dari hewan ke manusia hingga antar manusia, kini mulai menghantui Indonesia. Meski belum ditemukan kasus di Provinsi Riau, Dinas Kesehatan mengakui bahwa risiko penyebaran tetap terbuka dan tidak bisa dianggap sepele.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, memastikan hingga saat ini belum ada laporan penularan. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan jaminan aman, mengingat kasus Virus Nipah saat ini masih terjadi di luar negeri. “Kasusnya memang masih di luar negeri, tapi peluang menyebar ke Indonesia tetap ada,” ujar Zulkifli.

Alarm Bahaya Dinyalakan, Aparat Ikut Turun

Kewaspadaan terhadap Virus Nipah semakin serius setelah Diskes Riau melakukan sosialisasi bersama Polda Riau. Langkah ini menandakan bahwa ancaman virus tersebut tidak lagi dipandang sebagai isu biasa.

Meski demikian, pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat untuk penanganan lebih lanjut. “Kita masih perlu pendalaman soal proses penularan dan tata kelola virusnya,” kata Zulkifli.

Virus Ganas dari Kelelawar, Bisa Menular Antar Manusia

Kementerian Kesehatan RI telah resmi menaikkan status kewaspadaan nasional melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Penyakit Virus Nipah.

Direktur Jenderal P2P Kemenkes, Murti Utami, menyebutkan bahwa Virus Nipah merupakan virus zoonotik emerging yang berasal dari kelelawar buah (Pteropus sp.). Virus ini bisa menular melalui:

  • Kontak langsung dengan hewan terinfeksi
  • Konsumsi daging hewan yang dimasak tidak sempurna
  • Makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti buah dan nira
  • Kontak langsung dengan pasien terinfeksi melalui air liur, darah, dan urine

Yang paling mengkhawatirkan, virus ini dapat menular antar manusia, membuat potensi wabah semakin sulit dikendalikan.

Gejala Menggila: Demam hingga Radang Otak

Virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4–14 hari, di mana penderita bisa tampak sehat sebelum tiba-tiba jatuh sakit.

Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, batuk, nyeri otot, dan muntah. Namun pada fase berat, virus ini dapat menyebabkan:

  • Sesak napas
  • Kesulitan menelan
  • Radang otak (ensefalitis)
  • Gangguan kesadaran
  • Perubahan perilaku ekstrem
  • Hingga kematian
  • Kondisi ensefalitis dapat membuat penderita mengantuk berat, bingung, disorientasi, dan kehilangan kendali emosi.

Warga Diingatkan: Jangan Anggap Remeh

Di tengah ancaman ini, Diskes Riau mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, terlebih memasuki masa peralihan musim. “Tetap waspada. Terapkan pola hidup bersih dan sehat, konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, dan jaga kebersihan lingkungan,” tegas Zulkifli.

Virus Nipah mungkin belum ditemukan di Riau, namun para ahli mengingatkan: ketika sudah muncul, dampaknya bisa fatal.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :