Harimau Sumatra Berkeliaran di Permukiman, Warga Benteng Hulu Siak diliputi Teror

Harimau Sumatra Berkeliaran di Permukiman, Warga Benteng Hulu Siak diliputi Teror

Foto: Ist, Sumber : Net

SIAK, RANAHRIAU.COM- Teror satwa buas menghantui warga Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau. Seekor harimau sumatra dilaporkan berkeliaran di area permukiman warga, membuat masyarakat hidup dalam rasa cemas dan ketakutan.

Kehadiran satwa dilindungi itu bukan sekadar isu. Aksi harimau terekam jelas kamera CCTV milik salah satu warga, memperkuat kekhawatiran bahwa hewan buas tersebut masih berada di sekitar kampung hingga hari ini.

Sejak kemunculan harimau, aktivitas warga nyaris lumpuh. Masyarakat takut keluar rumah, enggan ke kebun, bahkan was-was sekadar mencari pakan ternak. “Kami sangat resah dan takut. Tetangga juga begitu. Orang-orang takut ke kebun untuk panen. Saya sendiri takut cari rumput buat ternak,” ujar Masruri, warga setempat.

Kecemasan Masruri bukan tanpa alasan. Ia mengaku dua ekor kambing ternaknya hilang, diduga kuat dimangsa harimau. Sejak kejadian itu, ia dan keluarga hidup dalam bayang-bayang ancaman, terutama pada jam rawan pukul 18.00 WIB hingga 08.00 WIB. “Sejak kambing saya hilang, saya berjaga malam. Takut harimau datang lagi,” katanya.

Masruri mengungkapkan, laporan telah disampaikan ke berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, BPBD Siak, TNI, hingga kepolisian. Petugas sempat turun ke lokasi dan memasang kamera trap untuk memantau pergerakan harimau.

Namun hingga kini, warga menilai belum ada langkah konkret untuk mengamankan situasi. “Sudah pasang kamera trap, tapi hanya itu. Belum ada upaya menangkap atau memindahkan harimau ke habitatnya,” ungkap Masruri.

Ketakutan warga kembali memuncak setelah harimau terekam CCTV di rumah Dewi Rahayu, tetangga Masruri. Dalam rekaman tersebut, harimau terlihat masuk ke pekarangan belakang rumah pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dewi mengaku sejak kejadian itu, ia dan keluarga semakin trauma. Kondisi rumahnya memperparah rasa takut karena kamar mandi dan toilet berada di luar rumah, berdekatan dengan kandang angsa di belakang. “Sekarang kami benar-benar takut keluar malam,” ujarnya.

Ia mendesak pihak berwenang agar segera mengambil langkah tegas untuk mengevakuasi satwa liar tersebut sebelum terjadi korban jiwa.

Sementara itu, Kepala BPBD Siak, Novendra Kasmara, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BBKSDA Riau yang memiliki kewenangan penanganan satwa dilindungi. “Kami sudah koordinasi dengan BBKSDA. Penanganan harimau ini kewenangan mereka. Kami turun ke lokasi bersama aparat dan memberikan imbauan kepada masyarakat sambil menunggu langkah konkret dari BBKSDA,” jelasnya.

Hingga kini, harimau sumatra tersebut belum tertangkap dan belum dipastikan meninggalkan kawasan permukiman. Warga Benteng Hulu pun masih hidup dalam ketidakpastian, berharap konflik manusia dan satwa liar ini segera diakhiri sebelum berubah menjadi tragedi.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :