Dukungan Prabowo 2 Periode Menggema, PDIP pilih Jaga Jarak dan Fokus Kerakyatan
Foto: Ist
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Gemuruh teriakan “Prabowo Presiden 2 Periode!” mengguncang kompleks parlemen Senayan saat perayaan HUT ke-18 Partai Gerindra, kemarin. Seruan politik itu dipimpin langsung Ketua Dewan Kehormatan Gerindra Ahmad Muzani, disambut ratusan kader dan tamu undangan yang hadir, menandai menguatnya dorongan agar Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029.
Meski euforia dukungan menguat, Sekjen Gerindra Sugiono menegaskan partai belum membahas siapa sosok yang akan mendampingi Prabowo bila kembali bertarung. Isu cawapres masih disimpan rapat, di tengah manuver politik partai-partai pendukung yang mulai terang-terangan menyatakan sikap.
Sejumlah partai politik sudah lebih dulu menggaungkan dukungan Prabowo dua periode. PAN dan PKB berada di barisan tersebut. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bahkan menyebut partainya puas dengan kinerja Prabowo dan siap mendukung kelanjutan kepemimpinan pada periode 2029–2034. Namun menariknya, dukungan itu tidak secara eksplisit menyertakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sikap berbeda ditunjukkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai berlambang mawar itu secara terbuka menyatakan keyakinannya mendukung paket Prabowo–Gibran untuk periode kedua. Pernyataan tersebut disuarakan Ketua DPP PSI Dedek Prayudi dan diperkuat oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang juga ayah Gibran.
Di tengah arus dukungan yang semakin deras, PDIP memilih mengambil jarak. Sekjen PDIP menegaskan setiap partai memiliki kedaulatan dan strategi politik masing-masing. PDIP, kata dia, menghormati keputusan partai-partai yang telah menyatakan dukungan kepada Prabowo dua periode.
Namun, PDIP menegaskan sikapnya saat ini tidak ikut dalam hiruk-pikuk deklarasi dini Pilpres 2029. Partai banteng moncong putih itu memilih fokus pada persoalan-persoalan kerakyatan yang dinilai masih banyak dan mendesak untuk diselesaikan.
Peta politik pun mulai memanas. Dukungan dini menguat di satu sisi, sementara di sisi lain, PDIP tampak menyiapkan jalur sendiri, membiarkan waktu dan dinamika menentukan arah kontestasi kekuasaan lima tahun mendatang.


Komentar Via Facebook :