Jaga Stabilitas harga kebutuhan Pokok, Bupati Kampar ikuti zoom Pengendalian inflasi Kemendagri

Jaga Stabilitas harga kebutuhan Pokok, Bupati Kampar ikuti zoom Pengendalian inflasi Kemendagri

Foto: Ist

KAMPAR, RANAHRIAU.COM- Dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok, Bupati Kampar Ahmad Yuzar, mengikuti zoom meeting pengendalian inflasi daerah bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. 

Rapat pengendalian inflasi itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir. Kegiatan ini diikuti oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah, Asisten II Setda Kampar Muhammad, perwakilan BPS Kampar, unsur Forkopimda, serta kepala OPD terkait.

Dalam pertemuan tersebut, kepala daerah memaparkan perkembangan indeks harga dan kondisi inflasi di wilayah masing-masing selama minggu terakhir.

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kondisi inflasi nasional dan daerah tetap terkendali.

Ia menegaskan pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga, khususnya pada awal tahun.

“Pada Januari ini fokus pengendalian inflasi diarahkan pada kenaikan harga sejumlah komoditas dan langkah antisipasinya. Kami juga meminta pemerintah daerah segera merencanakan dan melaksanakan program pengendalian inflasi agar dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Tomsi Tohir.

Usai mengikuti rapat, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. 

Ia meminta agar pemantauan terhadap potensi lonjakan inflasi dan kenaikan harga komoditas dilakukan secara intensif dan berkelanjutan.

Bupati menjelaskan bahwa beberapa faktor pemicu inflasi di Kabupaten Kampar antara lain kenaikan harga komoditas pangan kategori volatile food seperti cabai, bawang merah, telur ayam, dan daging ayam ras. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), kendala distribusi, keterbatasan pasokan, serta kondisi cuaca ekstrem yang berdampak pada hasil produksi petani.

Selain itu, Kabupaten Kampar masih bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor di wilayah pemasok tersebut turut menyebabkan kerusakan lahan pertanian dan gagal panen, sehingga berdampak pada ketersediaan dan harga komoditas pangan, khususnya beras dan cabai.

Tingginya harga daging ayam ras, lanjut Bupati, juga dipengaruhi oleh meningkatnya harga pakan yang berdampak pada biaya produksi, serta meningkatnya permintaan untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. Secara umum, produksi komoditas penyumbang inflasi di Kampar masih mengalami kekurangan pasokan lebih dari 70 persen, kecuali daging ayam ras yang saat ini dalam kondisi surplus.

Untuk menekan laju inflasi, Pemerintah Kabupaten Kampar terus melakukan berbagai upaya konkret, antara lain pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok secara harian, menjaga pasokan melalui kerja sama antar daerah, serta mencanangkan gerakan menanam padi, cabai, dan jagung. Selain itu, operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah juga rutin dilaksanakan di seluruh kecamatan.

“Pemerintah daerah juga terus melakukan inspeksi mendadak ke pasar dan distributor untuk memastikan tidak terjadi penahanan barang. Kami akan terus berupaya maksimal dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna menekan inflasi demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kampar,” tutup Bupati.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :