Geger di Kantor Dewan
Ajudan Sekretaris DPRD Pekanbaru Ikut Diamankan saat Kejari Geledah Kantor Dewan
Sumber : harianhaluan.com
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Aroma panas korupsi kembali menyeruak dari Gedung DPRD Kota Pekanbaru. Jumat (13/12) siang, kantor wakil rakyat itu mendadak berubah menjadi arena operasi hukum ketika tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Pekanbaru menyisir ruangan demi ruangan bak membongkar sarang praktik gelap yang selama ini disinyalir bersembunyi di balik meja-meja empuk birokrasi.
Dilansir dari media online harianhaluan.com, Penggeledahan yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB itu tidak berlangsung sebentar. Hingga petang, tim Pidsus yang dipimpin Kasi Pidsus Niky Junismero terus membuka laci, menelusuri dokumen, hingga mengeksekusi sejumlah barang elektronik yang diduga terkait praktik korupsi di lingkungan Sekretariat DPRD.
Yang membuat suasana makin tegang, sejumlah personel TNI dikerahkan untuk mengamankan lokasi—sebuah langkah yang jarang terjadi jika kasusnya tidak serius.
Namun kejutan terbesar bukan pada tumpukan barang bukti yang keluar dari gedung, melainkan satu orang yang ikut dibawa keluar oleh penyidik: seorang honorer berinisial JA, ajudan pribadi Sekretaris DPRD Pekanbaru, Hambali Nanda Manurung.
JA diamankan bersamaan dengan tiga boks dokumen dan beberapa perangkat elektronik. Keberadaan ajudan Sekretaris DPRD dalam proses penggeledahan langsung memantik tanda tanya besar:
Apa sebenarnya perannya? Seberapa jauh ia terlibat? Dan apa yang berusaha disembunyikan di balik tembok Sekretariat DPRD?
Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Intelijen Kejari Pekanbaru, Adhi Thya Febricar, tidak membantah. Ia menegaskan bahwa JA memang ikut diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditelisik.
Meski pihak kejaksaan masih menahan banyak detail, langkah ini jelas memberi sinyal kuat: Kasus ini tidak main-main, dan lingkaran yang disasar penyidik semakin mengarah ke struktur inti Sekretariat DPRD.
Publik kini menunggu: Apakah ini sekadar pintu awal dari pengungkapan skandal keuangan di gedung dewan? Atau justru bom waktu yang siap meledakkan jaringan korupsi yang selama ini tak tersentuh?
Satu hal pasti—Pekanbaru kembali gaduh. Dan Kejari tampaknya baru memulai.


Komentar Via Facebook :