Pemprov Sumbar Imbau kewaspadaan Tinggi: BMKG Rilis delapan Zona Rawan Longsor

Pemprov Sumbar Imbau kewaspadaan Tinggi: BMKG Rilis delapan Zona Rawan Longsor

Foto: ist

PADANG, RANAHRIAU.COM- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat dan seluruh perangkat daerah menyusul rilis prakiraan cuaca BMKG mengenai potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi di beberapa wilayah Sumatera Barat, Rabu (10/12/2025). 

Laporan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kesbangpol kepada Gubernur Sumatera Barat, serta ditembuskan kepada Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, dan para Asisten.

Delapan Lokasi Berpotensi Tinggi Mengalami Longsor

BMKG mengidentifikasi delapan titik rawan longsor yang perlu diwaspadai, khususnya pada wilayah perbukitan dan jalur transportasi utama:

1. Talamau – Gunung Tuleh (Pasaman Barat)

Potensi hujan siang hingga dini hari. Status kerawanan: menengah–tinggi.

2. Bonjol – Lubuk Sikaping – Panti (Pasaman)

Hujan sepanjang hari. Termasuk zona gerakan tanah tinggi.

3. Palupuh (Agam)

Berkabut dan berpotensi hujan malam. Kerawanan: menengah.

4. Tandikek – Malalak (Agam)

Hujan siang hingga dini hari. Jalur alternatif Bukittinggi–Padang yang sering terdampak longsor.

5. Lembah Anai (Tanah Datar)

Hujan sore hingga dini hari. Merupakan jalur vital Padang–Bukittinggi yang sangat rawan longsor.

6. Sitinjau Lauik (Padang)

Hujan siang hingga malam. Kontur tebing memiliki risiko tinggi saat terjadi hujan intensitas sedang–lebat.

7. Kapur IX – Pangkalan (Limapuluh Kota)

Hujan siang hingga dini hari. Masuk dalam zona gerakan tanah sangat tinggi.

8. Alahan Panjang (Solok)

Berkabut di pagi hari dan hujan sore–malam. Merupakan kawasan dataran tinggi dengan potensi longsor.

Pemerintah Provinsi Sampaikan Instruksi Kesiapsiagaan

Gubernur Sumatera Barat meminta seluruh pihak terkait mengambil langkah responsif dan terukur untuk mengantisipasi potensi bencana. Adapun rekomendasi resmi yang disampaikan:

1. BPBD kabupaten/kota bersama camat dan wali nagari agar meningkatkan pemantauan cuaca ekstrem dan mempercepat pelaporan kondisi lapangan.

2. Masyarakat dihimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di daerah lereng, tebing, bantaran sungai, atau titik lain yang rentan longsor.

3. Rekayasa lalu lintas agar disiapkan pada jalur rawan:

Lembah Anai

Sitinjau Lauik

Tandikek–Malalak

Kapur IX–Pangkalan

4. Posko siaga bencana segera diaktifkan dan memastikan alat berat dalam posisi standby di titik strategis agar penanganan cepat dapat dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi longsor.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengajak seluruh masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD.

Upaya mitigasi dini menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya korban dan kerugian yang lebih besar.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar

Hotline Siaga: 112

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :