Agung Nugroho Mengaspal Jalan, Sinyal Awal Pekanbaru Tak Lagi dipermainkan Lubang-Lubang
Foto: Ist
RANAHRIAU.COM- Di kota yang sudah terlalu lama dijadikan “laboratorium kesabaran” oleh jalan-jalan berlubang, kebijakan Walikota Pekanbaru Agung Nugroho untuk mempercepat pengaspalan tentunya menjadi angin segar atau lebih tepatnya tamparan keras bagi pola lama yang hanya pandai berjanji namun lambat bekerja.
Langkah Agung ini bukan sekadar proyek rutin, bukan pula sekedar “cat kosmetik” jelang akhir tahun. Ini menjadi sebuah pesan terang: Pekanbaru akhirnya punya nahkoda yang berani melawan budaya pembiaran.
Jalan-jalan yang selama ini berubah menjadi kubangan, perangkap ban, dan sumber umpatan warga, kini mulai diperlakukan sebagai pelayanan publik, bukan sekadar angka anggaran.
Di balik keputusan tersebut terselip sinyal politik yang tak bisa diabaikan: Agung Nugroho tahu betul bahwa infrastruktur dasar adalah wajah kota.
Jika wajah itu berlubang, maka wibawa pemerintah ikut terperosok di dalamnya. Dan keputusan mengaspal secara masif adalah langkah yang suka atau tidak menempatkan dirinya di posisi yang berbeda dari pendahulu yang kerap bersandar pada retorika tanpa realisasi.
Kita tidak harus menjadi analis politik untuk membaca pelajaran sederhana ini: kota sebesar Pekanbaru tidak boleh terus disandera oleh jalan rusak, tambal-sulam asal jadi, dan proyek setengah hati yang lebih sering menguntungkan kontraktor daripada warga.
Kebijakan Agung adalah bentuk dukungan nyata pada logika sederhana yang selama ini diabaikan: jalan yang baik bukan kemewahan, tapi hak publik.
Dan ketika hak itu dikembalikan, publik memang sepantasnya bersuara: “Akhirnya ada yang bekerja.”
Apakah ini cukup? Tentu belum. Apakah ini harus diapresiasi? Tanpa ragu.
Setidaknya, di masa kepemimpinan Agung Nugroho, suara warga tak lagi hanya bergema di lubang-lubang jalan, tapi mulai dijawab dengan aspal yang berbicara lebih lantang daripada seribu janji birokrasi.
Penulis: Abdul Hafidz AR, S. IP, Pimred ranahriau.com, Aktif diberbagai organisasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan


Komentar Via Facebook :