Catatan Redaksi

DR. Drh. H. Chaidir, M.M Suara Teduh, Hati Besar, dan Jejak yang Tak akan Hilang

DR. Drh. H. Chaidir, M.M Suara Teduh, Hati Besar, dan Jejak yang Tak akan Hilang

RANAHRIAU. COM- Ada sosok yang ketika hadir tidak banyak menuntut ruang, tetapi ketika pergi meninggalkan kehampaan yang tak mudah diisi.

Demikianlah almarhum Drh. H. Chaidir, M.M, mantan Ketua DPRD Provinsi Riau dan Ketua FKPMR—seorang tokoh yang tidak hanya bergerak di panggung formal, tetapi juga di hati banyak orang.

Bang Chaidir bukan sekadar pejabat atau pemimpin organisasi. Ia adalah jembatan yang menyatukan, penenang di saat gaduh, dan suara lembut yang mampu meredakan amarah siapa pun yang sedang dirundung kecewa.

Banyak dari kita mengenal beliau bukan lewat podium atau protokol, tetapi lewat percakapan pribadi, lewat sapaan yang hangat, lewat perhatian yang tulus tanpa pamrih.

Beliau selalu hadir dengan gaya khasnya: tenang, rendah hati, dan sarat penghormatan pada siapa pun. Ia tidak pernah merasa lebih tinggi dari orang lain, bahkan sering meletakkan dirinya sebagai kawan tempat berkeluh kesah, tempat bertukar pandangan, tempat mengadu tentang resahnya Riau.

Dalam setiap percakapan, ada getar empati yang membuat orang merasa didengar, diperhatikan, dan dihargai.

Sebagai pemimpin, beliau tegas namun tidak pernah keras. Sebagai tokoh masyarakat, beliau dihormati tanpa perlu meminta dihormati.

Sebagai pribadi, beliau dekat tanpa harus berusaha mendekati. Dan sebagai sahabat, beliau selalu mengulurkan tangan bahkan di saat tangan kita sendiri tak tahu harus menggapai siapa.

Di Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), perannya bukan hanya administratif. Ia menjadi pengikat, perekat, dan penjaga semangat kebersamaan. Ia percaya bahwa Riau dibangun bukan oleh suara paling lantang, tetapi oleh hati paling tulus. Dan itu tercermin dalam dirinya.

Kini, ketika kabar duka itu datang, kita semua serentak merasa kehilangan, kehilangan suara lembut yang tak akan lagi menghubungi di ujung telepon, kehilangan sosok teduh yang selalu memikirkan marwah Riau, kehilangan tokoh yang bekerja dalam diam namun berdampak besar.

Selamat jalan, Bang Chaidir... 
Semoga Allah menempatkanmu di tempat terbaik, setinggi ketulusan dan kebaikan yang telah engkau tabur di bumi Riau.

Kami percaya, jejakmu tidak akan hilang. Ia tinggal di hati kami, di karya-karya yang telah engkau bangun, dan di setiap orang yang pernah merasakan sentuhan kebaikanmu.

Riau berkabung.
Dan kami—yang pernah kau sentuh dengan kelembutan, kebijaksanaan, dan kasih, menghaturkan doa yang takkan putus.

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :