Siap-Siap! Dua Bahasa Asing jadi Mapel Wajib 2027, Indonesia Menuju Era Dwibahasa?
Foto: Ist
JAKARTA, RANAHRIAU.COM— Dunia pendidikan Indonesia tengah bersiap menghadapi revolusi bahasa.
Pemerintah memastikan, mulai tahun 2027, siswa sekolah dasar hingga menengah akan belajar dua bahasa asing secara intensif.
Bukan hanya Bahasa Inggris — kini Bahasa Portugis juga ikut naik pangkat menjadi mata pelajaran wajib nasional!
Kabar mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, Ahad (12/10/2025).
Langkah ini, katanya, adalah bagian dari upaya pemerintah menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di level global dan regional.
“Kita sedang memasuki era baru. Bukan cukup bisa satu bahasa asing, tapi minimal dua. Bahasa Portugis dipilih karena memiliki pengaruh luas di dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara,” ujar Abdul Mu’ti dengan nada tegas.
Keputusan ini sontak memicu perdebatan sengit di kalangan pendidik dan orang tua.
Sebagian menilai kebijakan ini terlalu ambisius, mengingat masih banyak sekolah yang kesulitan menghadirkan tenaga pengajar Bahasa Inggris dengan standar baik — apalagi Portugis.
Namun di sisi lain, kalangan akademisi memuji langkah tersebut sebagai “terobosan berani”.
Mereka menilai, pemilihan Bahasa Portugis tak lepas dari pengaruh geopolitik dan kerja sama ekonomi Indonesia dengan negara-negara berbahasa Portugis seperti Brasil, Portugal, dan Timor Leste.
Era Baru Sekolah Indonesia
Mulai 2027, siswa diharapkan sudah mampu memahami percakapan dasar dalam dua bahasa asing.
Pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan kurikulum nasional baru dan pelatihan besar-besaran bagi guru.
Namun, di balik gebrakan ini, muncul satu pertanyaan tajam:
“Apakah sekolah-sekolah di pelosok siap dengan revolusi bahasa ini, atau justru akan menjadi korban ambisi modernisasi pendidikan Jakarta?”
Yang jelas, langkah pemerintah ini bukan sekadar soal bahasa. Ini sinyal kuat bahwa Indonesia sedang mengarahkan generasi mudanya menjadi warga dunia — meski sebagian pihak menilai, jalan menuju sana masih panjang dan berliku.
“Dua bahasa asing wajib? Siap tidak siap, siswa Indonesia akan segera bicara dunia.”


Komentar Via Facebook :