Muhammadiyah Bangkit di Negeri Jiran: 77 Kader Diaspora Dilatih jadi Motor Gerakan Islam Berkemajuan
Foto: Ist
PERLIS, RANAHRIAU.COM— Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perantauan, semangat Muhammadiyah ternyata tidak padam di tanah jiran.
Justru sebaliknya—di negeri yang jauh dari Tanah Air, denyut dakwah Islam berkemajuan kembali menggelora lewat kegiatan bertajuk “Muhammadiyah Training Organization (MTO)” yang digelar oleh Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Perlis bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kuala Lumpur.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat itu diikuti 77 kader diaspora Muhammadiyah, terdiri atas mahasiswa program doktoral (PhD) dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), serta staf dan karyawan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).
Pelatihan ini bukan sekadar forum seremonial.
Ia menjadi “dapur ideologi” yang dirancang untuk memastikan napas perjuangan Muhammadiyah tetap menyala di kalangan warga istimewa di Malaysia.
Ketua panitia sekaligus Master of Training (MOT), Fahman Habibi, menyebut kegiatan ini sebagai momentum strategis bagi kader di rantau.
“Kami bangga dengan semangat luar biasa dari para peserta. Mereka menunjukkan bahwa ruh perjuangan Muhammadiyah tidak mengenal batas negara,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Ketua PRIM Perlis, Dr. Afriadi Sanusi, menyambut hangat suksesnya acara tersebut. Ia menilai MTO ini bukan sekadar pelatihan, melainkan konsolidasi intelektual dan spiritual kader Muhammadiyah di luar negeri.
“Kami bahagia melihat antusiasme peserta dan panitia. Semangat mereka menegaskan bahwa di mana pun kader Muhammadiyah berada, nilai-nilai dakwah dan pencerahan akan terus hidup,” katanya dengan nada optimistis.
Sebagai bentuk penghargaan, Dr. Afriadi menyerahkan cendera mata simbolis kepada seluruh panitia dan peserta.
“Semoga menjadi pengingat untuk terus memperkaya diri dengan ilmu dan menebar manfaat bagi umat,” tambahnya.
Tak ketinggalan, perwakilan peserta, Nahin Ridho Ronas, M.Pd, turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kerja keras panitia.
“Kegiatan seperti ini sangat penting. Kami berharap tradisi pelatihan ini terus berlanjut dan semakin berkualitas di masa mendatang,” ujarnya.
Menariknya, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari tim Instruktur Nasional Muhammadiyah yang juga sedang menempuh studi doktoral di UMAM.
Mereka adalah Fahman Habibi (MOT), Taghfirul Azhima Yoga, Royan Utsani, dan Mamdukh Budiman — generasi muda yang kini menjadi wajah baru dakwah Muhammadiyah global.
Lewat MTO ini, diaspora Muhammadiyah di Malaysia membuktikan bahwa mereka bukan sekadar perantau akademik, melainkan duta ideologis gerakan Islam berkemajuan.
Mereka membawa misi besar: menjaga api pembaruan dan menanamkan nilai-nilai tajdid di tengah masyarakat multikultural.
Kader Muhammadiyah di Perlis kini punya pesan tegas:“Kami mungkin jauh dari Tanah Air, tapi semangat dakwah kami tak pernah pergi.”


Komentar Via Facebook :