LPPM Unri latih KUBE Maju Bersama, Kembangkan budidaya Lele Berbasis Teknologi Bioflok
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau (UNRI) menggelar pelatihan budidaya ikan lele bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) “Maju Bersama” RW 002, Kelurahan Industritenayan, Kecamatan Tenayan Raya, pada Minggu (12/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Universitas Riau melalui Skema Program Desa Binaan bertajuk: “Pemanfaatan Teknologi Bioflok dan Teknik Pemijahan Semi-Alami pada Budidaya Ikan Lele sebagai Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Kelurahan Industri tenayan, Kota Pekanbaru.”
Pelatihan dibuka oleh Lurah Industritenayan, M.S. Chandra, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya inovasi usaha dan kekompakan anggota KUBE agar budidaya lele dapat menjadi penopang ekonomi keluarga.
“Dengan semangat kebersamaan dan inovasi teknologi, budidaya lele bisa menjadi peluang nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir Ketua RW 002, Syafari, selaku pembina KUBE “Maju Bersama” yang sejak awal menggagas kelompok ini sebagai wadah usaha mikro di bidang perikanan.
Ia bersama anggota KUBE menunjukkan antusias tinggi dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.
“Harapan kami, KUBE ini tumbuh menjadi UMKM perikanan yang mandiri dan mampu memperbaiki ekonomi warga,” ungkap Syafari.
Kegiatan juga dihadiri oleh Erfan Efendi, pengusaha sukses budidaya lele dari Okura Farms Pekanbaru.
Ia berbagi pengalaman dan motivasi kepada peserta mengenai praktik budidaya lele yang efisien dan bernilai jual tinggi.
Selain itu, penyuluh perikanan dari Dinas Perikanan Kota Pekanbaru wilayah Tenayan Raya turut hadir memberikan pendampingan teknis.
Pelatihan dipimpin oleh Indra Lesmana dan Misdawita selaku ketua dan anggota tim pelaksana, bersama praktisi pembenihan Gus Mahadi.
Peserta mendapat pembekalan lengkap, mulai dari seleksi induk dan pemijahan semi-alami lele Sangkuriang, penetasan telur, pemeliharaan larva, hingga penerapan sistem bioflok pada kolam terpal.
Pada sesi praktik, peserta mempelajari penanganan induk, proses pemijahan dengan teknik kawin suntik, panen benih, serta pengelolaan kualitas air dan pakan.
Teknologi bioflok diperkenalkan sebagai inovasi efisien untuk meningkatkan padat tebar, menghemat air, dan mengoptimalkan konversi pakan. Sementara pemijahan semi-alami dinilai cocok untuk diterapkan di skala rumah tangga karena mudah dan hemat biaya.
Selain materi teknis, tim pengabdian juga memberikan pembekalan tentang manajemen usaha, seperti pencatatan biaya dan pendapatan, pengaturan siklus produksi, hingga strategi pemasaran lokal.
Pendekatan ini diharapkan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan memperkuat keberlanjutan usaha KUBE “Maju Bersama”.
Program pengabdian ini melibatkan tim dosen Universitas Riau:
Dr. Ando Fahda Aulia, SE., ME., MBA(IB)., Ph.D.; Desi Rahmadani Siagian, S.Pi., M.Si.; Misdawita, S.Si., M.S.E.; Rodhi Firmansyah, S.Pi., M.Si.; dan Ade Yulindra, S.Pi., M.Si.
Melalui kegiatan ini, LPPM Universitas Riau menargetkan tumbuhnya unit-unit produksi lele skala keluarga yang produktif dan efisien, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat RW 002 Kelurahan Industritenayan.
KUBE “Maju Bersama” diharapkan menjadi model penerapan teknologi tepat guna di kawasan permukiman Kota Pekanbaru, serta inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya untuk bergerak dalam bidang usaha perikanan berkelanjutan.


Komentar Via Facebook :