Fenomena Krismuha Merebak, UMY jadi Rumah Baru Mahasiswa Non-Muslim
Foto: Ist
YOGYAKARTA, RANAHRIAU.COM- Fenomena tak terduga bikin heboh dunia pendidikan. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), kampus yang identik dengan Islam modernis, kini justru dibanjiri mahasiswa non-muslim.
Mulai dari Kristen, Katolik, Hindu hingga Buddha, semuanya tercatat resmi menimba ilmu di kampus Muhammadiyah terbesar di Yogyakarta.
Data terbaru tahun akademik 2025 menyebutkan, ada 24 mahasiswa Kristen, 14 Katolik, 12 Buddha, dan 10 Hindu yang kini kuliah di UMY, baik program sarjana maupun pascasarjana.
Fenomena ini oleh sebagian kalangan dijuluki “Kristen Muhammadiyah” (Krismuha).
Tak hanya terjadi di daerah minoritas muslim, tetapi juga di jantung pergerakan Muhammadiyah sendiri.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Zuly Qodir, menyebut hal ini sebagai bukti pengakuan atas kualitas pendidikan Muhammadiyah.
“Kami berharap jumlah mahasiswa Kristen, Hindu, Buddha, dan Katolik bisa terus bertambah sehingga UMY benar-benar menjadi kampus multikultur dan multireligius,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).
Prof. Zuly memastikan, di kampus Muhammadiyah tidak ada paksaan bagi mahasiswa untuk pindah agama. Justru kehadiran mereka dianggap sebagai cermin toleransi dan kerukunan.
“Islam tidak boleh ada paksaan dalam beragama. Justru kami ingin mereka mengenal Muhammadiyah dan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin,” tambahnya.
Soal mata kuliah wajib Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK), pihak kampus menegaskan bahwa mahasiswa non-muslim hanya mendapatkan materi pengetahuan, bukan praktik ibadah.
Fenomena Krismuha ini membuat UMY semakin dilihat sebagai kampus yang inklusif, terbuka, dan siap menjadi contoh kehidupan toleransi di tengah masyarakat.


Komentar Via Facebook :