Negara Tak Boleh Takut pada Buku

Negara Tak Boleh Takut pada Buku

RANAHRIAU.COM- Penyitaan buku kiri kembali terjadi di negeri ini. Alasannya klasik: demi keamanan, demi ideologi, atau demi menjaga stabilitas.

Namun, sesungguhnya yang sedang dipertontonkan hanyalah ketakutan negara terhadap gagasan.

Padahal, buku bukan senjata. Ia sekadar kumpulan kata yang bisa dipelajari, dikritik, bahkan dibantah.

Melarang orang membaca justru menutup pintu dialog. Demokrasi tidak tumbuh dari larangan, melainkan dari kebebasan berpikir.

Masyarakat tidak akan menjadi cerdas bila dibatasi bacaan, apalagi bila sejarah disembunyikan dengan dalih menakutkan.

Gagasan kiri adalah bagian dari perjalanan bangsa, menyingkirkannya sama dengan menghapus ingatan kolektif kita sendiri.

Negara seharusnya percaya pada nalar warganya. Biarkan rakyat membaca, biarkan mereka menilai dan berdiskusi.

Ketakutan berlebihan hanya akan membuat bangsa ini tampak rapuh dan anti-intelektual.

Sesungguhnya, yang berbahaya bukanlah buku kiri, melainkan sikap represif terhadap pengetahuan.

Negara yang berani menghadapi gagasan adalah negara yang percaya diri. Sebaliknya, negara yang sibuk menyita buku hanyalah negara yang takut pada bayangannya sendiri.

Penulis: Abdul Hafhiz AR, Pimred ranahriau.com, Wakil Ketua Buruh Tani Nelayan DPD Repdem Riau

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :