Korwil Sumbagut BEM SI Kerakyatan pertanyakan Kinerja Rizki Faisal Sebagai DPR Dapil Kepri
Foto: Ist
BATAM, RANAHRIAU.COM- BEM SI Kerakyatan Daerah Kepulauan Riau Wilayah Sumatera Bagian Utara menggelar Diskusi Publik dan Konsolidasi bertempat di Angkringan Rakyat, Marina, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (09/08/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Menakar Isu Strategis dan RKUHAP” yang menghadirkan berbagai elemen mahasiswa, aktivis, dan pemerhati kebijakan publik.
Sepekan sebelum acara dimulai, panitia pelaksana telah secara resmi melayangkan surat undangan kepada Anggota Komisi III DPR RI Dapil Kepulauan Riau, Rizki Faisal, agar berkenan hadir dan memberikan pemaparan langsung kepada mahasiswa terkait isu-isu strategis nasional dan pembahasan RKUHAP di parlemen.
Harapannya, kehadiran wakil rakyat tersebut dapat memberikan penjelasan yang konkret dan memperkuat transparansi komunikasi antara DPR RI dengan konstituennya di daerah.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Rizki Faisal tidak hadir dalam acara tersebut tanpa memberikan alasan yang jelas kepada publik.
Absennya wakil rakyat dalam forum terbuka yang mengundang partisipasi mahasiswa ini menjadi tanda tanya besar, sekaligus menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan peserta diskusi.
Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Wilayah Sumatera Bagian Utara, Muryadi Agus Priawan, dengan tegas menyampaikan kritik keras terhadap sikap tersebut
“Kami mempertanyakan keseriusan dan integritas Rizki Faisal sebagai wakil rakyat dari Dapil Kepulauan Riau.
"Undangan resmi sudah kami layangkan sejak satu minggu sebelum acara, namun beliau tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Ini menunjukkan betapa jauhnya beliau dari denyut aspirasi mahasiswa dan rakyat yang seharusnya menjadi prioritas.
"Kehadiran di forum seperti ini bukan sekadar formalitas, tapi wujud nyata tanggung jawab moral sebagai anggota DPR RI.
"Jika wakil rakyat enggan hadir di hadapan konstituennya untuk berdiskusi, lalu kepada siapa lagi rakyat harus menyampaikan aspirasinya?” Ucap Muryadi dengan Nada Geram.
Muryadi juga menegaskan bahwa forum Diskusi Publik dan Konsolidasi ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ruang strategis untuk membangun komunikasi langsung antara rakyat dan legislator.
Ketidakhadiran Rizki Faisal tanpa klarifikasi yang memadai semakin mempertegas jarak antara DPR RI dengan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa yang selama ini menjadi mitra kritis dalam mengawal kebijakan negara.
BEM SI Kerakyatan menilai, sikap seperti ini dapat menjadi cerminan lemahnya komitmen seorang wakil rakyat dalam menjalankan fungsi representasi, legislasi, dan pengawasan yang telah diamanatkan oleh konstitusi.


Komentar Via Facebook :