SP FSPMI Kuansing Imbau Perusahaan Berikan Kompensasi Waktu Kerja pada Hari Final Pacu Jalur
Ket foto: Ketua Serikat Pekerja FSPMI Kuantan Singingi Jon Hendri, SE
TELUK KUANTAN - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Kuantan Singingi mengimbau seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kuansing agar memberikan kompensasi waktu bagi pekerja pada Minggu, 24 Agustus 2025.
Tanggal tersebut bertepatan dengan babak final Pacu Jalur Tradisional di Tepian Narosa Teluk Kuantan, yang merupakan puncak even budaya tahunan masyarakat Kuansing dan telah menjadi agenda nasional.
Ketua KC FSPMI Kuansing, Jon Hendri, menegaskan pada Senin (11/8/2025) bahwa himbauan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya Pasal 77 ayat (2) yang mengatur waktu kerja, serta Pasal 79 ayat (2) huruf b yang menyebutkan pemberian waktu istirahat panjang atau hari libur tertentu dapat diatur lebih lanjut sesuai kesepakatan.
"Momentum final Pacu Jalur adalah kebanggaan masyarakat Kuansing, sekaligus bagian dari warisan budaya yang perlu kita lestarikan. Kami mengajak perusahaan untuk berperan aktif memberikan kesempatan bagi pekerja untuk menyaksikan atau terlibat langsung, baik dengan pengaturan jam kerja yang fleksibel maupun pemberian waktu istirahat tambahan," ujarnya.
Jon Hendri menjelaskan, kompensasi waktu yang dimaksud dapat berupa penyesuaian jam masuk atau pulang kerja, pembagian shift, atau kebijakan cuti yang lebih fleksibel, selama disepakati bersama antara perusahaan dan pekerja. Ketentuan tersebut juga sejalan dengan Pasal 90 UU Ketenagakerjaan, yang menegaskan bahwa pengaturan kerja tidak boleh mengurangi hak-hak normatif pekerja.
"Memberikan kelonggaran waktu kerja pada momen ini bukan hanya soal budaya, tapi juga memperkuat ikatan sosial antara pekerja, perusahaan, dan masyarakat. Dukungan seperti ini akan menjadi catatan positif bagi citra perusahaan di mata publik," tambahnya.
FSPMI berharap imbauan ini dapat direspons positif oleh manajemen perusahaan di seluruh sektor, baik perkebunan, industri, perdagangan, maupun jasa. "Kami percaya dunia usaha di Kuansing memiliki komitmen yang sama dalam menjaga dan merayakan identitas budaya daerah," tutupnya.
Pacu Jalur di Teluk Kuantan telah menjadi agenda tetap yang digelar setiap Agustus, menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah dan mancanegara. Puncak finalnya selalu menjadi magnet utama, dengan atmosfer penuh semangat yang menyatukan masyarakat dari berbagai lapisan.


Komentar Via Facebook :