Standar Wisata Pacu Jalur Dimata Wisatawan
Caroline Mangowal, Founder & Director Riset Inovasi dan Edukasi (RISE) Indonesia
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Salah seorang wisatawan dari Jakarta secara diam-diam tiba di kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Ia adalah Caroline Mangowal, yang merupakan seorang Founder & Director Riset Inovasi dan Edukasi (RISE) Indonesia.
Caroline Mangowal hadir bersama suami ke kota Jalur demi menyaksikan bagaimana penyelenggaraan festival budaya tradisional Pacu Jalur yang sudah ratusan tahun dilestarikan oleh masyarakat Kuansing yang kian mendunia.
Caroline mengaku, Pengalaman yang luar biasa melihat semangat Kuansing yang menyala. Apalagi sedang ketiban rejeki dengan perhatian dunia lewat eksistensi di dunia maya. Sehingga para petinggi negara pun bermaksud hadir di Narosa. Betapa suatu momentum yang harus dimanfaatkan untuk kemajuan pariwisata.
" Masyarakat Kuansing lumayan ramah, dan siap menerima tamu. Kemudian, Infrastruktur pariwisata berupa hotel dan jalan pastinya perlu dan sedang dibenahi," ujar Caroline.
Menurutnya, ada dua hal yang sangat kritis yang bisa membuat pengunjung luar kota apalagi luar negeri bisa merasa tidak nyaman dan tidak akan kembali apalagi merekomendasikan. Pertama masalah sampah.
Caroline melihat persoalan sampah sangatlah kritis. "Sangat luar biasa banyaknya sampah yang bukan hanya membuat pemandangan buruk, tapi memberi kesan kita ini warga yang masih terbelakang. Nilai estetika untuk pariwisata hilang. Apalagi ketika di air. Sulit mengambil sudut foto tanpa ada botol-botol plastik bertebaran," ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan sampah, kata Caroline, tidak cukup hanya diumumkan. Harus ada efek jera berupa sanksi (sejumlah uang) bagi para pedagang yang tidak memiliki tempat sampah, dan yang tidak menjaga kebersihan sekitar. Juga sanksi bagi masyarakat yang kedapatan buang sampah sembarangan.
Kemudian yang kedua, Caroline juga menyoroti masalah toilet. Pentingnya toilet di lokasi acara festival sangat krusial untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan pengunjung. Fasilitas toilet yang memadai memungkinkan pengunjung untuk merasa nyaman dan tidak perlu khawatir mencari-cari toilet saat sedang menikmati acara.
"Terus terang ini sangat mengecewakan atau bahkan menjijikan. Ini dapat membuat tamu luar negeri memberi rating buruk untuk acara pacu jalur. Adanya toilet mengapung memberi kesan sangat tidak higienis. Dua hal ini sangat krusial untuk pariwisata yang menyasar tamu luar kota apalagi tamu asing. Maka, lebih baik mendirikan toilet sementara atau portable di seputar area parkir. Gantinya di air dimana para pengayuh dan pengunjung berada," jelasnya.
Dikatakan Caroline, akan sangat baik jika juru parkir dan pedagang dilengkapi dengan pembayaran non-tunai. Ini sangat penting bagi pengunjung luar yang tidak membawa tunai. Saya yakin pihak bank akan dapat membantu dengan mudah. Saya yakin pacu jalur Kuansing bisa semakin menjadi perhatian dunia dengan terus berbenah.


Komentar Via Facebook :