Inspirasi dari Kitab Suci Umat Islam, Peneliti ini hasilkan Produk yang sangat Berguna bagi Petani

Inspirasi dari Kitab Suci Umat Islam, Peneliti ini hasilkan Produk yang sangat Berguna bagi Petani

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Sebagai Mukjizat yang terbesar dari Allah SWT kepada manusia, Alquran ternyata tidak hanya sebagai pedoman hidup manusia dalam menjalankan kehidupan didunia ini.

Alquran juga ternyata menjadi sumber referensi dari berbagai ilmu pengetahuan, banyak penemuan yang dilakukan oleh para ahli yang semuanya bermuara dari kajian terhadap beberapa ayat didalam surat-surat yang ada di Alqur’an.

Adanya Fenomena dan penjelasan tentang sejarah proses penciptaan makhluk yang dijelaskan didalam Al-qur’an ternyata menjadi ilham bagi beberapa peneliti untuk menciptakan produk dan teknologi yang bermanfaat bagi sejarah peradaban manusia.

Diberbagai Negara didunia sudah banyak menerapkan teknologi yang berbasis dari penelitian terhadap Al-Quran, di Indonesia sendiri pun tidak luput dari kesuksesan beberapa penemuan yang terinspirasi dari al-quran.

Salahsatunya oleh Cahya Yudi Widianto, Sang Penemu Enzim dan mempopulerkan produknya berupa pupuk dengan nama Pasaran Marolis.

Hal ini disampaikan oleh Cahya Yudi Widianto saat Ketika melakukan pertemuan dengan insan Pers di Grand Zurri Pekanbaru, baru-baru ini, Selasa (29/07/2025).

Dalam pertemuan tersebut Cahya Yudi tidak hanya menceritakan dahsyatnya beberapa ayat Alquran yang menjadi inspirasi penemuan yang bermanfaat bagi manusia, Cahya Yudi juga memperkenalkan sebuah Produk pupuknya yang diberi nama Marolis kepada para wartawan.

Didampingi oleh beberapa Petani yang berasal dari beberapa daerah yang ada di Riau, Cahya mengatakan pupuk yang terinspirasi dari ayat di Alquran ini ternyata punya perjalanan sejarah yang tidak tanggung-tanggung, kepada wartawan Cahya mengatakan produk yang ia hasilkan ini sudah ia teliti sejak lama, yaitu sejak 28 tahun yang lalu.

Dalam pemaparannya Cahya mengatakan Zat berupa Enzim yang dihasilkan oleh makhluk mikroorganisme yang ia teliti tesebut mempunyai fungsi yang sangat luar biasa dan tentu saja dibutuhkan oleh para petani.

Selain menyediakan unsur hara di tanah,Enzim ini juga meningkatkan kesuburan tanah, melindungi tanaman dari penyakit dan punya peran penting dalam proses fotosintesis.

Cahya yang juga dikenal dengan berbagai macam Penelitian ini mengatakan saat ini teknologi yang ia perkenalkan ini tidak banyak dilakukan oleh para peneliti lain.

“Didunia ini saja hanya ada tiga Negara yang mengembangkan teknologi tersebut selain Indonesia, yaitu Negara Cina dan Israel, Padahal ada banyak Negara yang mayoritas punya penganut islam, namun tidak banyak yang mendapatkan ilmu dan teknologi ini dari Al-Qur’an”, sebutnya.

Selain itu juga Cahya mengatakan Penelitian ini lahir dari keinginan kuatnya untuk membantu para petani di Indonesia agar mereka dapat menekan biaya pengeluaran untuk pupuk, sehingga keuntungan yang didapatkan juga akan menjadi lebih besar.

Berdasarkan Keterangan tertulis yang didapatkan dari  pemaparan yang disampaikan oleh Cahya, Ternyata Marolis ini memiliki beberapa keunggulan. Marolis merupakan produk organik dengan teknologi terbarukan yang terdiri dari 3 macam produk.

Pertama Marolis Katalisator, mengandung Enzim dari 23 Mikroorganisme menguntungkan yang berfungsi untuk mempercepat penyerapan nutrisi pada tanaman, serta memperbaiki tekstur dan stuktur tanah. Selain itu Moralis juga dapat membantu proses fotosintesis dan menghilangkan residu pupuk kimia sintetik di tanah.

Kedua Trichoderma Marolis, merupakan agen pengendali hayati dan pemacu pertumbuhan tanaman. Ketiga Marolis Corine, bermanfaat untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Pupuk Marolis dapat membantu petani untuk mengurangi pengunaan pupuk kimia sintetik dan obat-obatan kimia.

Selain itu, Marolis juga bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian, serta menghilangkan residu tanah akibat pemberian pupuk kimia yang berlebih.

Marolis mampu mewujudkan pertanian yang sehat dan berkelanjutan, juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Testimoni Pengguna

Di Riau sendiri sudah ada beberapa petani yang merasakan manfaat langsung dari produk ini, adalah diantaranya Imron Hanafi, salah seorang Petani sawit yang tinggal di Ukui Pelalwan, dalam testimoninya kepada wartawan, Hanafi mengaku banyak menerima manfaat semenjak mengenal pupuk moralis ini. Bahkan perubahan itu terasa sangat signifikan jika dibandingkan dengan hasil pertanian yang ia dapatkan sebelumnya.

Dikatakan Hanafi Sebelum menggunakan Marolis, Berat Jenjang Rata-rata (BNR) sekitar 9-10 kg perjenjang.  "Setelah saya coba menggunakannya pupuk Marolis, saya menghasilkan BNR sekitar 13 kg perjenjang," tutur Hanafi.

Selain dari meningkatnya kuantitas Produksi Hanafi juga mengatakan ada banyak perubahan terjadi di kebun sawitnya. Dikarenakan sifat subur yang terkandung didalam tanah membuat banyak terdapat cacing, Penampakan daun sawit juga menjadi lebih lebar hingga dahan yang lebih lentur dari keadaan sebelumnya.

Jika selama ini dirinya mengeluarkan pengeluaran sekitar 70 sampai 75 juta untuk biaya pupuk dengan luas kebun 37 hektar. Biaya itu bisa saya tekan menjadi 45 juta setelah menggunakan pupuk Marolis," sebut Hanafi bangga.

Hal serupa juga disampaikan Khairudin, Petani Sawit di Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar. Ia mengaku awalnya ragu untuk mengganti pupuk, karena selama ini sudah terbiasa dengan pupuk kimia.

"Saya coba pakai pupuk Marolis saat musim kemarau. Pas hari ke 10, pucuk sawit naik dia biasanya cuma naik satu. Pelepahnya juga merunduk-runduk," kata Khairudin.

Pria yang akrab disapa Udin ini kepada wartatwan mengatakan dirinya  tak memungkiri rasa takjub timbul melihat perkembangan pohon sawit nya. Sebab dari yang ia tahu, jika melakukan pemupukan saat musim kemarau biasanya tidak menimbulkan efek apa-apa.

Sedangkan saat mencoba pupuk Marolis, pohon sawit nya tumbuh pesat meski melakukan pemupukan saat musim kemarau. "Saya bersyukur mengenal pupuk Marolis. Selain tanah menjadi subur, pohon sawit juga tumbuh baik," tuturnya.

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :