Kisruh TNTN Riau: Diki Kuansing Kritik Gubri, M Aditya Tegaskan Relokasi sesuai Kebijakan Nasional
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Polemik relokasi masyarakat di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, kembali memanas.
Diki, pemuda asal Kuansing yang aktif di media sosial, melontarkan kritik pedas terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid. Ia menyebut Gubernur hanya "omon-omon" dan tidak berpihak kepada masyarakat yang terdampak relokasi.
Namun pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Muhammad Aditya Febrialdi, tokoh muda Riau sekaligus Wakil Bendahara Umum DPP IKA UIR.
Ia menilai komentar Diki tidak berdasar dan menyarankan agar pemuda tersebut menggunakan logika dan analisa yang sehat sebelum berbicara di ruang publik.
“Relokasi masyarakat di TNTN bukan keputusan pribadi gubernur. Itu perintah langsung dari Presiden sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan dan mencegah kebakaran hutan yang tiap tahun membayangi Riau,” tegas Muhammad Aditya Febrialdi.
Muhammad Aditya Febrialdi juga memberikan apresiasi terhadap langkah Gubernur Abdul Wahid dan Satgas Penanganan Karhutla (PKH) yang dinilai konsisten melindungi kawasan hutan di Riau dari kerusakan.
Ia menyebut upaya relokasi bukan bentuk ketidakberpihakan, melainkan bagian dari solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus menjadi korban dari konflik kawasan hutan.
“Kebakaran hutan ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Jangan asal bicara, pelajari dulu data dan kebijakan nasional.
"Kalau masih muda tapi sudah merasa paling benar, bahaya juga,” sindir Aditya.
Isu TNTN memang terus menjadi sorotan di Riau. Antara konflik lahan, kebutuhan hidup masyarakat, dan upaya pelestarian lingkungan, semua pihak dituntut untuk berpikir jernih dan bertindak bijak.


Komentar Via Facebook :