Derita masyarakat Rantau Kasih

Kritisi Sikap Cukong yang memperkaya diri, APMBR minta APH bertindak tegas

Kritisi Sikap Cukong yang memperkaya diri, APMBR minta APH bertindak tegas

Foto: Ist, APMBR Meminta Transparansi PT SPR Trada terhadap Hasil Penjualan Eukaliptus dan Akasia di Hutan Desa Rantau Kasih

RANTAU KASIH, RANAHRIAU. COM- Masyarakat Rantau kasih hanya bisa menonton ketika hasil hutannya untuk memperkaya Oknum-oknum mafia yang telah merambah hutanya untuk dijadikan perkebunan kayu ekaliptus dan Akasia.

Hutan wilayah masyarakat Desa Rantau Kasih Kecamatan Kampar kiri hilir kabupaten Kampar, Provinsi Riau yang ditanami oleh salah satu anak PT RAPP yaitu PT Nusantara Prima manunggal (PT. NPM)  kerja sama operasi (KSO) dengan lembaga pengelola dengan hutan desa rantau kasih (LHPD) yang isinya kerja samanya yang tidak masuk akal.

Hal ini disampaikan Arsyad selaku ketua Aliansi Pemuda Mahasiswa Bersatu Riau (APMBR), karena dari informasi bahwa isinya perwakilan masyarakat gunung Sahilan dan PT salah satu BUMD  Riau mendapatkan fee dalam isi kerja sama tersebut. 

Hal ini mengakibatkan pengelolaan hasil perkebunan Akasia dan ekeliptus ini diduga di jadikan oleh oknum-oknum mafia untuk memperkaya diri sendiri. 

Muhammad Arsyad selaku Ketua APMBR Meminta kepada para APH khususnya Kapolda Riau untuk bisa menyelesaikan problem dalam pengelolaan Hutan desa rantau kasih karena disini dia menduga bahwa ada permainan kongkalikong jahat dalam pengelolaan perkebunan Akasia dan Eukaliptus yang menyebabkan masyarakatnya desa rantau kasih hanya sebagian penonton tapi tidak bisa menikmati hasil hutannya sendiri.

"Seharusnya hasil perkebunan ekaliptus dan Akasia ini bisa membantu perekonomian masyarakat desa rantau kasih kecamatan Kampar kiri hilir kabupaten Kampar,"

"Tapi malah sebaliknya hanya bukan membantu perekonomian masyarakat malah menghancurkan perekonomian masyarakat desa rantau Kasai di sebabkan oleh oknum-oknum mafia yang rakus memperkaya diri sendiri. "pungkas Muhammad Arsyad.

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :