Kasus Dugaan Malpraktik di RSUD Teluk Kuantan Sudah Diikhlaskan Pasien

Kasus Dugaan Malpraktik di RSUD Teluk Kuantan Sudah Diikhlaskan Pasien

RSUD Teluk Kuantan

KUANSING, RANAHRIAU.COM – Kasus dugaan malpraktik kembali terjadi di RSUD Teluk Kuantan. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan histologi di laboratorium amanah Pekanbaru pada tanggal 21 mei 2024, tidak dijumpai tanda-tanda keganasan pada tumor payudara pasien berinisial IA.

Dari hasil pemeriksaan histologi laboratorium, dituliskan, Makroskopik : diterima potongan jaringan ±3.2 x 2.3 x 2 cm warna putih abu-abu padat. Pada motongan dijumpai jaringan putih abu-abu padat. Sebagai cetak 2 kaset.

Kemudian, untuk Mikroskopik : sediaan jaringan dari tumor mamae sinistra (keterangan klinis) menunjukkan massa tumor terdiri atas proliferasi Stroma dan duktus/asinus. Tampak bagian berbentuk "phylon". Stroma menunjukkan kolagenisasi/hialinisasi dengan selularitas ringan hingga sedang. Sel-sel Stroma berinti bulat/Opal/kumparan. Tidak dijumpai tanda-tanda keganasan. Kesimpulan : Sugestive suatu phylloides tumor.

Kendati tidak dijumpai tanda-tanda keganasan, namun dr. RY yang menangani operasi tersebut tetap mengangkat semua bagian dari satu payudara pasien. Bahkan, Hal yang lebih menyedihkan lagi, berdasarkan pengakuan pasien, dr RY tidak memberi tahu sebelum operasi tersebut akan diangkat semua bagian payudara nya, melainkan hanya akar dari tumor tersebut.

" Dokternya pun sebelum operasi gak ada bilang angkat semua bg, katanya cuma akarnya. ke keluarga ku pun gak ada bilang angkat semua," kata Pasien yang masih berumur 18 tahun itu, kepada media ini Jum'at (7/6/2024) via WhatsApp.

" Sudah lah bg, aku sudah ikhlas klau memang dokternya melakukan malpraktik, dan aku juga sudah buka-buka Google, memang kalau phyllodes itu harus di angkat semua," pungkasnya.

Terkait pengakuan pasien kepada media ini, dr. RY yang menangani pasien tersebut dikonfirmasi ranahriau.com membantah pengakuan pasien tersebut . Bahkan, dr. RY mengaku sebelum melakukan operasi sudah disampaikan kepada pasien dan keluarga nya.

" Tidak benar, Di poliklinik sudah dijelaskan kepada pasien dan keluarga pasien mengenai diagnosis dan tatalaksana terhadap pasien, dan sudah disetujui oleh pasien dan keluarga pasien di informed consent," tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, direktur utama RSUD Teluk Kuantan, dr. Beni kepada ranahriau.com menegaskan akan menindaklanjuti dugaan malpraktek yang dilakukan salah seorang dokter di RSUD yang ia pimpin tersebut.

" RSUD melalui komite medik akan lakukan audit medis terhadap penatalaksanaan kasus ini hari senen," pungkasnya.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :