Ramainya Temuan SPBU Nakal dan Gudang BBM Illegal

Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Hukum Riau turun kejalan Hari ini, Tegur Pertamina

Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Hukum Riau turun kejalan Hari ini, Tegur Pertamina

Foto : Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Isu yang sedang panas terkait dugaan penyalah gunaan BBM subsidi jenis biosolar dan pertalite oleh sementara ini sekitar 46 SPBU dan Puluhan Gudang BBM ilegal di Riau membuat masyarakat resah dan memunculkan tudingan yang beraneka ragam. Hal ini membuat aliansi mahasiswa dan pemuda yang peduli terhadap hukum di Riau turut serta guna membantu aparat penegak hukum dan pembuat keputusan terkait.

"Sangat miris temuan akhir akhir ini dan kami yakin ini sudah lama terjadi. Bayangkan saja ada milyaran rupiah hasil olah para oknum yang berkepentingan sehingga BBM subsidi oleh pemerintah tak tepat sasaran dalam penyalurannya" ucap Nanang Tambusai Korlap aliansi Mahasiswa Pemuda Riau Peduli Hukum kepada wartawan ranahriau.com, Selasa (26/03/2024).

Nanang mengatakan, upaya pemberantasan mafia migas seiring sejalan dengan pembenahan sektor migas. Salah satu KOMITMENT KEMENTRIAN ESDM adalah keinginan membesarkan BUMN energi yaitu PT Pertamina (Persero) agar bisa bersaing secara global. Dalam perjalanan pemerintahan PRESIDEN JOKOWI telah merancang dan melakukan langkah nyata pembenahan bidang migas antara lain pembentukan satuan tugas antimafia migas, pengalihan SUBSIDI BBM kepada masyarakat berhak, penghapusan broker gas tanpa fasilitas, reformasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melalui revisi UU Migas sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi, dan revisi UU Migas.

"Kami memiliki temuan yang sangat bisa dipertanggungjawabkan baik secara otentik maupun objektif. Kami berharap para penegak hukum akan lebih tegas dalam menindak para stakeholder SPBU nakal dan puluhan para oknum pemilik gudang BBM ilegal tsb. Sangat banyak kerugian negara akibat dugaan penyelewengan BBM subsidi ini yang jelas terkait dengan penyedia stok retail BBM dan gas di Riau" papar sang korlap. 

Salah satu bentuk konsistensi kata Nanang, adalah dengan menuntaskan kasus demi kasus yang bisa saja nantinya terungkap dalam investigasi selanjutnya. Ada indikasi dan ini sangat mungkin terjadi bahwa bos mafia BBM dan gas SUBSIDI sesungguhnya adalah justru dari internal jajaran Marketing Operational Regional Sumbagut Branch Riau sendiri. Berkaitan dengan konsistensi pula, bukan tidak mungkin pemerintahan saat ini terancam oleh “POLUSI” kepentingan elite yang bermain dalam perjalanan pemasaran BBM dan GAS SUBSIDI. SPBU NAKAL menjadi salah satu tolak ukur kekuatan pemerintah saat ini. Kami selaku perpanjangan tangan masyarakat akan terus melakukan investigasi tanpa henti dengan menciptakan para intelijen investigasi dan berusaha terus memblokir segala bentuk kecurangan terkait BBM SUBSIDI.

"Kami akan berunjuk rasa Kamis ini di Kantor Branch Pertamina Riau dengan pesan agar menteri ESDM dan SKK migas bisa bertindak cepat sesuai tuntutan masyarakat. Ini merupakan jaringan sindikat kejahatan serius yang kuat potensi dugaannya melibatkan para oknum 'orang-orang kuat juga di Riau bahkan di pusat. Maka kami akan membongkar ini semua" papar jendral lapangan Cep Permana Galih..

"Mengetuk hati Nurani para kaum intelektual, maka kami sepakat untuk memberikan sikap tegas terhadap persoalan ini dengan akan melaksanakan aksi demonstrasi. Adapun yang akan menjadi tuntutan kami pada aksi ini sebagai berikut :

1. MEMINTA KEPADA MESDM/ DITJEN MIGAS/ BPH MIGAS UNTUK MENCABUT IZIN USAHA DAN MENERAPKAN SANKSI ADMINISTRATIVE KEPADA DAFTAR SPBU YANG KAMI BERIKAN (TERLAMPIR) DAN MEMANGGIL 205 OWNER SPBU SELURUH RIAU

2. MEMINTA KEPADA MESDM/ DITJEN MIGAS/ BPH MIGAS UNTUK MENERAPKAN SANKSI ADMINISTRATIVE BERUPA PEMECATAN KEPADA SALES AREA MANAGER (SAM) RETAIL RIAU DAN SALES BRANCH MANAGER (SBM) WILAYAH RIAU PT. PERTAMINA (PERSERO) SDR. INDRA PRATAMA DAN FUNGSI COMMUNICATION AND RELATIONS PT. PERTAMINA (PERSERO) MARKETING OPERATION REGION WILAYAH RIAU SDR. IMAM

3. MENDESAK KEPADA BAPAK KAPOLRI MELALUI BAPAK KAPOLDA RIAU UNTUK MEMERIKSA DAFTAR INISIAL NAMA PADA POIN KEDUA DAN DAFTAR SPBU TERLAMPIR TERKAIT DUGAAN KEPEMILIKAN SPBU ATAS NAMA PEJABAT AKTIF PEMASARAN PERTAMINA (PERSERO) RIAU YANG BERMAIN DI BBM SUBSIDI UNTUK AGEN DAN KAPAL INISIAL IBU P DAN IBU C

4. MENDESAK KEPADA BAPAK KAPOLRI MELALUI BAPAK KAPOLDA RIAU UNTUK MEMERIKSA KEMBALI DUGAAN KASUS PENYELEWENGAN BBM SUBSIDI DI RIAU OLEH MUHAMMAD NASIR (ANGGOTA DPR RI), MUHAMMAD RAHUL (ANGGOTA DPR RI), SYAMSUDIN UTI (WAKIL BUPATI INDRAGIRI HILIR) DAN ASWAN (ANGGOTA DPRD KAB. INDRAGIRI HILIR)

5. MEMINTA KEPADA LEMBAGA INDEPENDEN NON PEMERINTAH DALAM HAL INI LEMBAGA INDIPENDEN PEMANTAU BAHAN BAKAR MINYAK DAN GAS PROVINSI RIAU (LIP.BB.MIGAS.RIAU) UNTUK MEMPERKETAT PEMANTAUAN DAN PENGAWASAN OLEH TERHADAP JARINGAN DISTRIBUSI BBM / LPG SUBSIDI DI RIAU 

6. JIKA TUNTUTAN KAMI TIDAK DIINDAHKAN MAKA KAMI AKAN MENGULANGI AKSI SERUPA DI RIAU DAN DI JAKARTA DENGAN MASSA YANG LEBIH BESAR SAMPAI TERUNGKAP TITIK TERANG DARI DUGAAN KASUS YANG KAMI SAMPAIKAN INI

Editor : RRMedia
Sumber : Rls
Komentar Via Facebook :