Kapolres Inhil, Pekerja Buruh dan Penambang Pompong Doa Bersama Untuk NKRI
TEMBILAHAN, Ranahriau.com- Hingar bingar aktivitas pekerja buruh yang ada di Dermaga utama pusatnya Ibu Kota Tembilahan, negeri berjuluk hamparan Kelapa dunia, atau yang dikenal dengan daerah Kabupaten Indragiri Hilir, menjadi bukti bahwa kehidupan manusia untuk bidang sektor perekonomian masih berjalan dengan baik.
Di area Dermaga itu semua pekerja buruh memiliki harapan agar bisa mendapatkan rezeki yang cukup untuk dibawa pulang ke rumah. Meskipun tangan-tangan kasar mereka setiap hari jadi saksi bisa bahwa untuk bisa mendapatkan upah harus lebih dulu mandi cucuran keringat dan menahan terik matahari serta guyuran air hujan.
Jum’at 19 Desember 2024, adalah hari yang sangat baik bagi pekerja buruh yang berada di Dermaga saat itu. Belum lagi mulai melaksanakan pekerjaan, para pekerja (buruh) itu disambangi oleh seorang perwira tinggi untuk wilayah hukum Polres Indragiri Hilir.
Adalah AKBP Budi Setiawan S.I.K,.M.I.K, seorang perwira tinggi dengan karakteristik yang humanis. Ia tidak sendirian, Kapolres Inhil itu turut didampingi Ketua Bhayangkari Ny.Furi Budi Setiawan, yang merupakan Istri sendiri dari sang perwira lulusan Akpol tahun 2003 itu.
Kepada pekerja buruh, AKBP Budi Setiawan menyapa dengan lemah lembut satu persatu pekerja buruh dari atas Kapal Polairud. AKBP Budi Setiawan yang didampingi istri tercinta dan juga jajaran berkomitmen dalam menebarkan kebaikan, dan berbagi kebahagiaan.
Komitmen itu diwujudkan dalam program unggulan Polres Inhil. Sebanyak 250 paket buah tangan disebarkan kepada buruh dan juga para pekerja lainnya di sekitar Dermaga dan juga para nelayan di perairan Indragiri, pada Jum’at (19/1/2024) pagi.
Harapan dari orang nomor satu di jajaran Polres Indragiri Hilir saat itu adalah agar bisa meringankan beban hidup yang dirasakan para pekerja buruh sekarang.
“Hari Jum’at yang penuh berkah ini adalah momentum untuk kita saling berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan kepada sesama manusia, Polri komitmen akan selalu mengayomi masyarakat dimana saja berada, apa pun itu profesinya,” ujar Budi Setiawan.
Para pekerja di Dermaga Tembilahan merasa sangat bahagia dan senang sekali karena telah menerima buah tangan dari Polres Inhil.
Perwira tinggi dengan kelahiran tahun 1977 itu menjelaskan kalau momen Jum’at berkah, adalah bagaimana agar bisa meningkatkan persaudaraan dengan masyarakat.
“Menebarkan kebaikan dan berbagi kebahagiaan dengan memberikan dukungan berupa paket buah tangan kepada pekerja buruh adalah salah satu upaya meningkatkan rasa persaudaraan. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan kepada kita, umur panjang, meridhoi apa yang kita lakukan, dan menjadi ladang pahala, berkah barokkah,” tutur AKBP Budi Setiawan.
Dari atas Kapal Polairud, saat AKBP Budi Setiawan menyerahkan paket sembako, seorang pekerja buruh Amril (56 tahun), mengucapkan terima kasih.
“Alhamdulillah, pak Komandan orang yang sangat baik, terima kasih banyak ya pak atas bantuannya,” ujar pria paruh baya itu kepada Kapolres Inhil.
Momen itu tidak hanya sampai disitu saja, perbincangan hangat dua arah terjadi. AKBP Budi Setiawan saat mendengar ucapan pekerja buruh merasa menjadi empati.
“Kami hanya fokus cari rezeki pak di Dermaga ini, tidak ada pekerjaan lain. Kami sangat berharap bapak polisi selalu memantau dan menjaga keamanan di dermaga ini,” tutur Amril, sang pekerja buruh yang memiliki 4 orang anak di Kota Tembilahan.
Dengan penuh rasa terharu, Kapolres Inhil menyambut baik atas penyampaian dari Amril, tak lupa juga memberikan semangat untuk tidak pernah berputus asa. Menyelipkan pesan pemilu damai untuk 2024 kepada pekerja buruh lainnya yang ada di Dermaga itu.
AKBP Budi Setiawan menyebutkan bahwa pada tahapan proses menyongsong pelaksanaan pemilu serentak pada 14 Februari 2024 mendatang, masyarakat akan banyak menghadapi berbagai cobaan dan juga godaan.
Sambil tersenyum, Kapolres Inhil menyebutkan salah satu diantaranya adalah cobaan ekonomi yang sulit tengah dihadapi masyarakat kemudian ada iming-iming duit dari peserta pemilu. Kemudian disaat itulah timbul yang namanya money politik atau politik uang. Sehingga tidak ada lagi asas Pemilu jurdil dalam penyelenggaraan pesta demokrasi 2024.
“Menyongsong pelaksanaan Pemilu, itulah adalah bentuk politik uang yang harus kita hindari bersama. Jangan hanya karena uang seratus sampai dua ratus atau tiga ratus ribu kita salah dalam memilih seorang pemimpin atau wakil rakyat. Akhirnya kita dibuat menyesal atas kebijakan yang tidak berpihak pada ekonomi masyarakat untuk 5 tahun kedepannya,” ujar AKBP Budi Setiawan memberikan edukasi kepada pekerja buruh di Dermaga.
Pekerja buruh yang duduk sambil mendengarkan wejangan mengangguk seolah menunjukkan bahwa sudah mengerti tentang dampak daripada praktik Politik uang.
Tidak hanya itu, dialog dua arah kembali terjadi, pekerja buruh lainnya Usman (48) bertanya tentang apa saja yang harus dilakukan jika ditemukan ada peserta pemilu melakukan praktik money politik.
“Kalau ada yang ketahuan melakukan politik uang di Dermaga ini oleh peserta pemilu, apa yang harus kami lakukan pak komandan. Sementara kami kadang butuh uang juga disisi lain harus bisa menahan diri untuk tidak menerima,” tanya Usman, warga Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir.
Pertanyaan itu langsung dijawab AKBP Budi Setiawan, bahwa untuk menyukseskan pemilu damai 2024 diantaranya adalah dengan tidak menerima sama sekali apa pun janji manis atau iming-iming diberi uang ratusan ribu dari seorang peserta pemilu hingga tim sukses.
“Ya kalau bisa lebih baiknya dihindari saja hal seperti itu. Laporkan kepada lembaga terkait seperti Bawaslu atau lembaga KPU, karena itu melanggar aturan Pemilu yang berlaku,” cetus Kapolres Inhil.
Selain itu, dengan gestur tubuh yang santai, himbauan terkait untuk menjaga Kamtibmas disampaikan perwira tinggi Polres Inhil kepada pekerja buruh, penambang pompong dan yang hadir pagi itu.
“Kamtibmas itu tidak cukup dilakukan oleh pihak Kepolisian, TNI dan Pemerintah saja. Dukungan dari semua komponen masyarakat termasuk pekerja buruh harian lepas dan juga penambang Pompong sangat diperlukan,” kata Perwira yang pernah menerima “Satyalencana Pengabdian 16 tahun”.
Soal dukungan yang dimaksud, Kapolres Inhil meminta bagaimana agar pekerja buruh di Dermaga dan juga penambang Pompong, agar bisa menghindari yang namanya mengonsumsi minuman alkohol, narkoba dan upaya kejahatan apa pun di wilayah hukum Polres Kabupaten Indragiri Hilir pada umumnya. “Agar Kamtibmas terjaga dengan baik pada saat Pemilu 2024 Berlangsung, kota meminta agar jangan lakukan sesuatu hal negatif yang bisa memicu timbulnya keributan sehingga merugikan orang individu ataupun kelompok,” pinta AKBP Budi Setiawan.
Pukul 09.30, Program Jum’at berkah Polres Inhil dengan menyerahkan paket kebahagiaan dan dialog bersama pekerja buruh dan penambang Pompong di sungai Indragiri tentang himbauan pemilu damai 2024, selesai.
Interaksi yang humanis itu ditutup dengan doa bersama. Harapan agar keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pemilu 14 Februari 2024 mendatang bisa dilaksanakan tanpa ada hambatan apa pun.
Begitu juga dengan doa dan harapan dipanjatkan agar supaya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh atas
dasar Bhinneka Tunggal Ika.


Komentar Via Facebook :