Masuki 2017 Ratusan Warga Riau Terjangkit DBD

Masuki 2017 Ratusan Warga Riau Terjangkit DBD

PEKANBARU, RanahRiau.com - Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyatakan ada 166 warga diwilayah setempat telah terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak awal Januari 2017.

"Dari jumlah kasus tersebut tiga orang meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Selasa.

Mimi Yuliani Nazir mengemukakan bahkan satu dari 12 kabupaten di Riau, yakni Rokan Hulu dinyatakan dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh SK Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu no. Dinkes/SK/2017/266 tanggal 1 Februari 2017.

"Kenapa dinyatakan KLB karena kasus DBD Januari 2017 mencapai 66, sudah melebihi dari sebelumnya pada waktu yang sama tahun lalu hanya sembilan," terang Mimi.

Menurut Mimi dari total kasus keterjangkitan DBD hanya Rohul yang juga mengalami peningkatan, sementara 11 kabupaten lainnya justru mengalami penurunan.

"Di Rohul terdapat dua meninggal karena DBD dari 66 kasus," ucapnya. Tanpa bisa memastikan usia korban karena belum menerima laporan.

Sementara itu, satu korban meninggal dunia adalah warga Kepulauan Meranti.

Ini sebut dia erat kaitannya dengan pengaruh iklim yang mulai memasuki penghujan. Selain itu pola hidup sehat masyarakat.

Menurut analisa Mimi pada Januari 2016 lalu sebenarnya Kabupaten Rohul terendah dalam kasus DBD, karena kala itu Bengkalis justru mengalami 254 kasus selama bulan yang sama dengan tiga orang dinyatakan meninggal.

"Tetapi justru Bengkalis Januari 2017 masih nol keterjangkitan DBD, termasuk Pelalawan, Indragiri Hulu, Dumai dan Siak," urainya lebih jauh.  

Namun demikian sebut mimi lagi jika dilihat secara keseluruhan kasus DBD di Riau pada Januari 2017 alami penurunan dibandingkan tahun lalu dibulan yang sama.

Dimana data Diskes mencatat Januari 2016 ada 903 kasus DBD yang menyerang masyarakat 12 kabupaten/kota di Riau.

"Kini dibulan yang sama 2017 hanya 166 kasus," tegasnya.  

Untuk itu upaya yang dilakuka Diskes sebut dia lagi, pihaknya sudah membuat edaran gubernur ke kabupaten/kota untuk dapat mewaspadai lebih dini DBD dengan program pemberantasan sarang nyamuk dan menerapkan pola 3M plus.

"Masyarakat diharapkan bisa hidup bersih dan sehat," imbaunya.

Ia juga mengingatkan masyarakat mau membersihkan barang-barang bekas dilingkungan mereka yang berpotensi tempat bertelur nyamuk.

Kami minta semua  Dinas kabupaten/kota, Puskesmas juga meningkatkan survei land terhadap jentik.

"Juga promosi hidup sehat dan melakukan foging," tambahnya.

Sementara ditanya penanggulangan di wilayah KLB Mimi menambahkan pihaknya selalu melakukan koordinasi.

Diwilayah KLB dinas terkait juga sudah melakukan pembersihan, penaburan abate di tempat genangan air. Termasuk untuk korban diberikan pelayanan di puskesmas dengan maksimal.

"Sejauh ini juga saya belum dengar adanya kekurangan darah, semoga tidak," ucapnya mengakhiri.



(antarariau.com)

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :