Assoc. Prof. Dr. H. Edyanus Herman Halim, SE., MS, Sorot Pengunduruan Dirut BRKS

Assoc. Prof. Dr. H. Edyanus Herman Halim, SE., MS, Sorot Pengunduruan Dirut BRKS

Net

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Ada nya kabar  pengunduran diri  sebagian  pimpinan divisi di Bank Riau Kepri syariah dikarnakan dugaan  tidak sesuai  kebijakan  kinerja yang sudah di atur dalam BPP (buku petunjuk peraturan ) ini tanggapan Dosen Fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Riau Assoc. Prof. Dr. H. Edyanus Herman Halim, SE., MS, Senin (5/6/2023) di Pekanbaru.

"Hal yang biasa dalam sebuah korporasi bisnis adanya pergantian nakhoda. Apalagi dalam korporasi yg sdh tertata sesuai SOP." Sebutnya. 

Namun, Kata dia, itu tetap akan menjadi sinyal pada investor, customer, dan nasabah. Ada tiga hal yg biasanya diamati oleh investor, customer, dan nasabah.

1. Kondisi korporasi dalam arti kinerjanya secara fundamental dan tata kelolanya. Bila ini positif dan senantiasa meningkat maka investor, customer, dan nasabah akan memiliki kepercayaan (trust) terhadap korporasi.

2. Corporate action atau aksi2 perusahaan dan termasuk peristiwa2 yg terjadi dalam perusahaan. Investor, customer, dan nasabah akan membaca peristiwa2 dan aksi2 yg terjadi dalam perusahaan atau korporasi sambil mengira  ngira  dampaknya. Peristiwa yg kurang baik tentu akan memberi dampak yg kurang baik dan itu tentu bisa berdampak negatif terhadap kinerja berikutnya. Namun bila secara fundamental kinerja cukup kuat dan SOP korporasi akurat maka resonansi peristiwa dapat diredam.

3. Corporate Projection. Imvestor, customer, dan nasabah akan melakukan pemetaan sendiri terhadap korporasi dan mengambil keputusan dan beraksi pula dari hasil analisanya pada saat membuat proyeksinya. Korporasi perlu mengantisipasi ini dengan melakukan penyusunan road map yg lebih mendekati pada kenyataan kedepan.

Dari ketiga hal tersebut, masih dipaparkan lagi, dengan sendirinya pengunduran diri Dirut BRKs akan menimbulkan resonansi tersendiri bagi investor, customer, dan nasabah.

"Itu bisa berlangsung lama dan mendalam jika tidak diantisipasi dengan diseminasi informasi yg akurat dan tepat tentang kinerja fundamental BRKS. 
Kemudian aksi aksi yang terjadi dalam korporasi harus diantisipasi segera oleh  komisaris maupun pemegang saham. Jika pengunduran  diri itu memang harus terjadi dan diterima maka segera dicari pengganti yang kualitasnya lebih mumpuni." imbuhnya. 

Setelah itu, lanjut dia, gambaran tentang prospek bisnis ke depan dan upaya upaya mewujudkannya harus dapat meyakinkan investor, customer, dan nasabah agar mereka tidak melakukan aksi aksi  tertentu yang dapat "menenggelamkan" korporasi atau bank tersebut. Bank harus bisa meyakinkan mereka bahwa aksi yang terjadi dalam korporasi tidak akan mengganggu strategi dan operasional perusahaan secara fundamental.

Terpisah, Pewarta  menanyakan apakah benar ada dugaan kinerja Dirut utama yang mengundur kan diri sudah tidak sesuai  BPP BRK (BRKS)  kepada  salah seorang pindiv umum HB. 

Alhasil Sampai berita ini di tayangkan belum ada jawaban.

 

 

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :