Selangkah Lagi! Kasus Penangkapan Excavator di Hutan Lindung Bukit Betabuh Naik ke Tahap Penyidikan

Selangkah Lagi! Kasus Penangkapan Excavator di Hutan Lindung Bukit Betabuh Naik ke Tahap Penyidikan

 

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Selangkah lagi, kasus penangkapan alat berat excavator oleh UPT-KPH, Sabtu (13/5/2023), yang beroperasi di kawasan hutan lindung bukit betabuh bakal naik ke tahap penyidikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala UPT KPH Singingi Abriman, S.hut, MM kepada ranahriau.com Senin (15/5/2024) siang, via telepon seluler.

Kepala UPT KPH Singingi Abriman mengaku bahwa tadi pagi pihaknya telah melakukan gelar perkara di kantor DLHK provinsi Riau. Bahkan ia menegaskan bahwa status perkara saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

" Ia. Selangkah lagi. Kita masih menunggu saksi ahli dari kementerian KLHK. Setelah itu status perkara naik ke tahap penyidikan," kata Abriman.

Lebih lanjut Abriman menjelaskan,  berdasarkan hasil gelar perkara tadi pagi di kantor DLHK provinsi Riau di Jl Dahlia Pekanbaru, alat berat yang diamankan tersebut terbukti melakukan perambahan di kawasan hutan lindung bukit betabuh tepatnya di Desa Sungai Kelelawar Kecamatan Hulu Kuantan.

" Gelar perkara sudah dilakukan, Operator alat berat bersama Kernet sudah kita amankan. Saat ini status keduanya masih sebagai saksi," ujar Abriman.

Kemudian, untuk Alat excavator tersebut, sambung Abriman, akan dibawa ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) provinsi Riau, di Jl. Dahlia Pekanbaru.

" Rencana kan hari Sabtu kemarin alat berat excavator itu dibawa ke Pekanbaru, namun mengingat situasi di lapangan yang kurang kondusif, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi dan pengamanan barang bukti (excavator).

Alat excavator merk Cat warna kuning tersebut sementara dititipkan kepada saudara Aldiko. Di depan beberapa orang saksi, Ia bersedia menandatangani berita acara penitipan dan pengamanan barang bukti berupa satu unit alat untuk sementara," tutup Abriman.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :