Anak Pekanbaru jadi Kapten Tim Vallorant di Ajang Asea Games, Organisasi Esport di Riau sepi Berita

Anak Pekanbaru jadi Kapten Tim Vallorant di Ajang Asea Games, Organisasi Esport di Riau sepi Berita

Nanda Rizana atau biasa yang dikenal dengan nama Asteriskk dalam kontingen game Vallorant dipercayakan sebagai Kapten tim Indonesia

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Hingar bingar keberangkatan tim esport Indonesia yang diberangkatkan ke Kamboja pagi ini (06/05/23), tidak terasa “wah” di kota Bertuah, Pekanbaru. Padahal, dalam kontingen game Vallorant, kapten tim Indonesia dipercayakan kepada anak Pekanbaru, Nanda Rizana atau biasa yang dikenal dengan nama Asteriskk. Kosongnya apresiasi di ruang publik bagi anak muda bertalenta ini, bisa jadi akibat dari kurangnya perhatian organisasi esport di Pekanbaru atau bahkan Riau terhadap cabang olahraga elektronik. Hal ini disampaikan oleh mantan Ketua Umum IeSPA provinsi Riau (2015 – 2020) yang juga mantan Pengurus Daerah ESI Riau (mengundurkan diri tahun 2022), Rinaldi, S.S., S.Sos., C.Me., saat ditanyakan mengenai Sea Games yang dilaksanakan di Kamboja pada Mei 2023. 

Menurut Rinaldi, mengurusi organisasi esport tidaklah semudah yang dipikirkan banyak orang. Minimal, menurut lelaki 42 tahun ini, pengurusnya mesti mengerti games, aturan main, atau paling sedikit cinta terhadap olahraga ini. “Saya kira, rendahnya tanggapan organisasi esport di Pekanbaru atau bahkan Riau saat ini, karena belum mengerti apa yang mesti dilakukan. Nanda Rizana ini, saat saya menjadi pengurus ESI 2 tahun lalu, pernah saya usulkan untuk dijadikan pelatih pada games FPS atau First Person Shooters. Nah, Vallorant menurut saya, bergendre FPS. Saya menyaksikan sendiri bagaimana Nanda ini membangun skill dirinya sejak di Pekanbaru. Saat SMP saja, dia sudah ahli bermain CSGO, Point Blank, dan lain sebagainya. Ya sekitar tahun 2006 lah. Dan saat itu, esport  masih tabu bagi kebanyakan masyarakat Pekanbaru,” jelasnya.

Dilanjutkannya lagi bahwa, organisasi epsort di Riau khususnya Pekanbaru, harus segera melakukan tabulasi pemain profesional yang merupakan anak jati Pekanbaru, sekarang ini tersebar di kota-kota besar. “Anak-anak Pekanbaru dalam pengetahuan saya, sangat potensial. Dan organisasi esport, baik itu yang tergabung dalam KONI atau pun FORMI, mestinya segera mendata, dimana saja mereka bermain, Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, atau dimana saja. Ikat mereka dengan program pembinaan atau jadikan mereka pelatih bagi talenta-talenta baru. Sekarang belum terlambat. Minimal ada transfer skill dari pemain profesional,” terangnya.

“Kita jadikan Nanda Rizana ini sebagai icon atau percontohan anak muda yang fokus pada kemampuannya, dan berhasil menjadi idola para gamers di kota besar. Jangan sampai, anak-anak kita sudah memberikan yang terbaik bagi daerah dan negaranya, malah kemudian tidak dikenal darimana dia berasal,” tandasnya.

Sekedar informasi, Nanda Rizana lahir di Pekanbaru pada 1 Maret 1995, beralamatkan di jalan Mawar, Gg. Baru no. 64 kelurahan Padang Terubuk, kecamatan Senapelan, Pekanbaru.  Menempuh pendidikan di SDN 002 Pekanbaru, SMP al Ittihad Rumbai, dan SMAN 2 Pekanbaru. Tahun 2023 ini saja, dirinya bersama tim berhasil meraih juara pertama SEA Esports Championship, serta juara pertama 2nd VALORANT Challengers 2023: Indonesia Split 2 - Open Qualifier 2. Tahun 2022 mendapatkan penghargaan sebagai BEST CONTROLLER VCT 2022: Indonesia Stage 1 Challengers.

Editor : Abdul
Sumber : rilis
Komentar Via Facebook :