Kelola Arya Duta, Pemprov Riau buatkan Adendum

Kelola Arya Duta, Pemprov Riau buatkan Adendum

Pekanbaru, ranahriau.com- Terkait Hotel Arya Duta, Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Riau diminta memperbaiki isi perjanjian dengan menambahkan point penting dalam draft kontrak (Adendum,red) pengelolaan aset Pemprov Riau tersebut. pasalnya, Hotel Arya Duta tidak keberatan memperbaiki isi perjanjian yang dinilai tidak menguntungkan bagi Pemrov Riau. Demikian ditegaskan Ketua Komisi C DPRD Riau, Aherson, saat dikonfirmasi pewarta ranahriau.com. di pekanbaru.

"Hotel Arya Duta sudah sepakat akan merubah sejumlah point dalam nota perjanjian (Klousul,red) yang merugikan Pemprov Riau, karena sejak tahun lalu selalu di bahas namun belum di realisasikan." papar dia.

Dirinya menilai, dari beberapa point yang tertuang dalam kontrak, Grand Opening lah yang menjadi sorotan, sebab, masih dilanjutkan beliau, apabila pemerintah provinsi riau menunggu Grand Opening maka kontrak tidak akan pernah selesai.

"Bukan dihitung dari Grand opening, karena kalau dihitung dari grand opening, maka tak tuntas-tuntas masa kontraknya, pemprov akan dirugikan. Karena grand opening  sampai sekarang juga belum pernah diselenggarakan, sehingga kapan akan bisa diserahkan bangunan Hotel  ke pemprov, kalau kontrak tak selesai-selesai." tukasnya.

Selain itu juga, Politisi Partai Demokrat ini meminta kembali kepada Biro Ekonomi, agar dilakukan pengawasan dan menentukan lembaga Audit keuangan yang independen, karena dalam pandangannya, selama ini pihak Arya Dutalah yang menunjuk lembaga audit.

"kami meminta Pemprov menggunakan badan pengawas yang akan menentukan lembaga audit apa yang dipakai untuk arya duta, Sehingga, hasil audit keuangannya akan lebih independen." Terang ia.

Tidak hanya itu, kata Aherson, draft adendum nanti harus di jelaskan juga mengenai pengaturan ulang pembagian hasil keuntungan (dividen,red), yang sebelumnya adalah 25% dari keuntungan, atau serendahnya Rp.200 juta, dihapus dan disesuaikan dalam kesepatakan baru.

"Dalam kontrak awal, dividen dibayarkan 25 persen dari keuntungan atau serendahnya 200 juta, maka di hilangkan itu," tutupnya.(Fes)

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :