Ada Dugaan Mark-up, Aspidsus Kejati Sumatra Barat Langsung Tancap Gas..!

Ada Dugaan Mark-up, Aspidsus Kejati Sumatra Barat Langsung Tancap Gas..!

Aspidsus Kejati Sumatra Barat, Hadiman, SH., MH

SUMBAR - Lima hari pasca dilantik oleh Kejaksaan agung (Kejagung) Republik Indonesia sebagai assisten tindak pidana khusus (Aspidsus) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat (Sumbar), ternyata Hadiman, SH., MH langsung tancap gas.

Aspidsus Kejati Sumatra Barat Hadiman, SH., MH., mengaku akan segera menindaklanjuti kasus dugaan Mark-Up pada proyek gedung UNP di Bukittinggi tahun 2022 sampai dengan tahun 2023 (multi years) senilai Rp. 43.782.515.00,- yang bersumber dari dana APBN.

" Kami siap menelusuri dan menindak lanjuti temuan dugaan mark up proyek pembangunan gedung Universitas Negeri Padang (UNP) di Kota Bukittinggi," tegas Hadiman.

Mantan Kajari Kuantan Singingi Riau, sekaligus mantan Kajari Kota Mojokerto Jawa Timur, itu memang dikenal sebagai sosok Jaksa yang tidak pernah main-main dengan para koruptor. Bahkan ia telah memperoleh penghargaan sebagai Kajari terbaik satu se-Indonesia belum lama ini.

Oleh sebab itu, mendengar adanya kasus dugaan Mark-Up pada proyek pembangunan gedung UNP di Bukittinggi yang dilaporkan oleh Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Badan Investigasi Demokrasi Informasi Keadilan Republik Indonesia (BIDIK-RI) itu sontak membuat Hadiman untuk segera menindaklanjuti.

Direktur Investigasi LSM BIDIK-RI, Fajriansyah Putra, SH menjelaskan, dalam temuan investigasi LSM BIDIK RI terdapat pemakaian material seperti Semen Garuda, besi ulir untuk tiang pondasi yang disambung-sambung, apalagi dinding bangunan memakai baja ringan.

" sangat rentan di Bukittinggi, karena Bukittinggi dataran tinggi sangat dekat dengan gunung merapi, kemudian seringkali diguncang gempa," beber Fajriansyah Putra, SH. Jumat(24/03/2023).

Fajriansyah mengaku bahwa LSM BIDIK RI sudah menyiapkan dokumentasi berupa foto proyek, dan video pemakaian bahan materialnya. pihaknya akan mempermudah penyidik Kejati Sumbar nantinya saat pelaporan.

" atas dasar bukti permulaan yang kami miliki, material dalam proyek gedung UNP Bukittinggi atau Mark-up bahan baku sangat berpotensi terjadi kecurangan," ucap Fajriansyah.

Kemudian, Fajriansyah juga mempertanyakan kenapa rekanan PT. Trikencana Sakti Utama lebih memilih menggunakan semen Garuda.

" Sumbar mempunyai home industri semen Padang, kenapa rekanan tidak memakainya semen Padang, lebih condong memakai semen garuda. ada apa," ujarnya sembari mempertanyakan.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :