Strategi Pemerintah jaga stabilitas harga dan ketersediaan Pangan dalam Negeri
Foto: Ist
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Pemerintah melakukan berbagai upaya serius dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Hal ini disampaikan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan dalam Dialog bertema "Menjaga Stabilitas Harga dan Ketersedian Pangan" pada Senin (20/03/2023).
Ferry Irawan mengatakan, ekonomi dalam negeri masih dibayangi ketidakpastian global. "Kita masih menghadapi ketidakpastian dalam konteks ekonomi global. Sehingga kebijakan memperkuat ekonomi domestik maupun kebijakan-kebijakan lain menjadi satu hal yang penting untuk dilakukan," ujarnya.
Dalam diskusi online yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) tersebut, Ferry menjelaskan, dalam memperkuat ketahanan ekonomi domestik ada dua indikator kunci yang dijaga secara serius oleh pemerintah. Antara lain, tingkat konsumsi masyarakat dan peningkatan investasi. "Nah inflasi, ketahanan pangan, maupun beberapa komoditas pangan strategis, itu punya kaitan erat dengan konsumsi masyarakat. Jadi dengan kita jaga inflasi dan kebutahan pokok strategis, akan memberikan kepastian kepada masyarakat," paparnya.
Ferry menambahkan, hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Dalam beberapa kesempatan Presiden menekankan pentingnya menjaga daya konsumsi masyarakat untuk menggerakan aktivitas ekonomi dalam negeri. Sebab ekonomi global masih disertai ketidakpastian. Bansos hingga Kebijakan Pengendalian Inflasi Ferry mengatakan, selain bantuan dan perlindungan sosial kepada masyarakat, terutama kelas bawah. Pihaknya melakukan berbagai orkestrasi kebijakan sebagai upaya menjaga dan mengendalikan stabilitas harga dan ketersedian pangan.
Dia menyebut contoh untuk keterjangkauan harga, pihaknya melakukan stabilitasasi harga serta pengelolaan permintaan. Adapun untuk ketersediaan pasokan dilakukan penguatan produksi domestik, penguatan stok nasional, dan penguatan kelembagaan. "Memastikan pasokan beras penting kita lakukan. Stok kita pantau di Badan Pangan Nasional dan di Bulog. Kemudian distribusi, terus kita monitor karena perpindahan barang dari satu titik ke titik yang lain juga membutuhkan jaringan distribusi yang kuat dan lancar," ujarnya.
Saat ini, pihaknya mengotimalkan komunikasi efektif kepada masyarakat agar selalu mendapat informasi yang up to date soal kebijakan terkini yang dikeluarkan pemerintah. Sehingga, posisi stok barang ada, terutama jelang Ramadan dan Idul Fitri. Ferry juga membeberkan berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pengendalian inflasi dan ketersedian pangan pada 2023 ini.


Komentar Via Facebook :