Ruang sehat berdiskusi dalam bahasan Hangat Kepemimpinan Nasional non Jawa

Ruang sehat berdiskusi dalam bahasan Hangat Kepemimpinan Nasional non Jawa

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Simpul Jaringan Riau (Sijari), Wa Group Suara Riau, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) beserta Perfekto taja diskusi Ngobrol Sambil Ngopi " Kepemimpinan Nasional, Non Jawa Bisakah?" bertempat di Wareh Kupie Arifin Achmad Pekanbaru, Sabtu (18/02/2023).

Dalam agenda ini, Penyelenggara hadirkan beberapa pembicara yang mumpuni dan pakar dibidangnya diantaranya: Zulmansyah Sekedang Tokoh Pers dan juga Calon Ketua PWI Pusat, Viator Butar-butar Tokoh Batak Riau yg juga pengamat Ekonomi, dan Pengamat Politik, Akademisi dari Universitas Riau DR Panca Setyo Prihatin, S.Ip, M.Si. turut menjadi moderator Dosen Universitas Islam Riau Muammar Alkhadafi, S.Sos. M.Si.

Ketua SMSI Novrizon Burman dalam kata sambutannya mengatakan digelarnya diskusi ini untuk menyambut pagelaran pemilu 2024 yg sudah mulai menghangat. "Diperlukan ruang-ruang diskusi yang sehat untuk membedah banyak persoalan berbangsa. Dengan duduk berdiskusi kita ikut terlibat mencerdaskan ruang publik dari berbagai pendapat yang ada,"ujarnya.

Direktur Sijari, Ricky Rahmadia yang juga Admin WA Group Suara Riau dalam kata sambutannya mewakili CEO Perfekto Amir Faisal yang berhalangan hadir menyampaikan diskusi ini digelar untuk memperkaya literasi pada ruang-tuang publik, diskusi sehat merupakan olahraga otak terbaik. 

Ricky mengatakan diskusi ini bukan untuk menyenggol persoalan SARA, kesukuan atau ketidak sukaan kepada suku jawa, namun lebih kepada pembedahan persoalan yang memang hadir dan terjadi secara realita dalam ruang politik.

" Judulnya memang seakan Rasis, tetapi maksud nya tidak demikian. Judul memang dibuat agak menyentil, untuk menarik daya minat diskusi. Kita tau, banyak politisi kawakan, memiliki kualitas yang baik, kapabilitas yg cukup, kreadibilitas yg mumpuni dari tokoh2 Non Jawa, sebut saja Pak JK, Pak Surya Paloh, Sandiaga Uno, Erik Thohir yang disamping memiliki kemampuan mumpuni, juga didukung kekuatan financial, merupakan tokoh yg layak menjadi calon pemimpin nasional. Namun, apa kendala, peluang dan hambatan, itu yg menjadi duduk diskusi kali ini" tegasnya.

Diskusi ini turut dihadiri beberapa tokoh masyarakat, ketua - ketua BEM, perwakilan organisasi mahasiswa dan aktifis Riau, Pengamat Politik serta Penggiat Survei.

Diskusi berjalan dengan alot dan seru, banyak silang pendapat mempersoalkan diskusi, tanya jawab berlangsung  hangat.

Dari berbagai silang pendapat dan jawaban pemateri, untuk saat ini kepemimpinan nasional masih sulit untuk ditembus oleh tokoh non jawa dengan Sistem demokrasi saat ini, walaupun tokoh Non Jawa memiliki kapasitas dan Kapabilitas. seperti kata Pak Luhut Binsar Panjaitan dan Erick Thohir mengungkapkan bahwa Pemimpin Nasional 2024 masih dari orang Jawa. 

Untuk kedepannya, mungkin saja bisa tokoh non jawa masuk dalam putaran pemimpin nasional dengan perbaikan kualitas demokrasi dan kualitas pendidikan dan pendapatan masyarakat. Karena seharusnya kepemimpinan Nasional berbicara tentang kapasitas dan kapabilitas, maka perbaikan demokrasi, perbaikan pendapatan dan pendidikan perlu dilakukan.

Muammar sebagai Moderator sedikit agak menyentil dengan statement ketua PSSI sudah dipimpin oleh Erik Thohir yg Non Jawa, "semoga kepemimpinan Nasional juga bisa diisi Non Jawa", ujarnya kelakar.
 

Editor : Abdul
Sumber : Rilis
Komentar Via Facebook :